Liputan6.com, Beijing - Seorang pria berumur 98 tahun asal China timur mendapatkan banyak pujian karena sikap dermawannya yang luar biasa, yaitu sumbangan uang dengan total 60 juta yuan (Rp 157,4 miliar). Sementara dirinya hidup dengan sangat sederhana.
Dikutip dari South China Morning Post, Senin (14/9/2026), Wang Chunwen, seorang warga Kabupaten Ninghai di Provinsi Zhejiang dianugerahkan Penghargaan Amal China oleh Kementerian Urusan Sipil, sebuah penghargaan tertinggi di negara tersebut sebagai pengakuan atas kontribusinya yang besar dalam amal.
Advertisement
Di awal September, putra Wang, pergi ke Beijing untuk hadir ke acara penghargaan dan mengambil penghargaan tersebut atas nama ayahnya. Hal ini karena Wang memilih untuk tidak ikut pergi ke Beijing karena usianya yang sudah lanjut, menurut laporan Ningbo Daily.
Wang adalah pendiri dari Xinghua Industries, sebuah pabrik untuk produk plastik dan baja. Sejak tahun 2001, ia sudah berdonasi sebesar 60 juta yuan (Rp 157,4 miliar) ke Yayasan Amal Ninghai. Sebelum itu, ia sudah terlibat dalam banyak kegiatan amal selama beberapa dekade.
Pria 98 tahun itu telah menghadapi banyak sekali rintangan di masa mudanya. Ia kehilangan sang ayah di umur 13 tahun yang memaksanya untuk berhenti sekolah dan bekerja.
Saat teringat masa-masa sulit tersebut, Wang teringat bagaimana ia melihat perjuangan orang lain yang kekurangan kebutuhan dasar seperti pakaian dan makanan. Pengalaman ini menanamkan tekad dalam dirinya untuk membantu mereka yang kurang beruntung jika suatu hari ia berhasil meraih kekayaan.
Ia mendirikan Xinghua Industries di tahun 1984 dan sebuah kejadian penting terjadi saat ia secara tak sengaja jatuh ke dalam sumur ketika ia mengunjungi seorang klien. Ia berhasil diselamatkan oleh seorang pejalan kaki tepat pada waktunya.
"Setelah insiden itu, keinginanku satu-satunya adalah banyak berdonasi dan melakukan hal-hal baik," tutur Wang.
Alasan Wang Tidak Beli Mobil
Pada tahun 1988, ia berdonasi 1,5 juta yuan (Rp 3,9 miliar) untuk membangun jembatan dan jalanan di kampung halamannya. Dekade Berikutnya, ia mendukung pembangunan jaringan listrik di sebuah desa, membangun tembok penahan ombak, dan mendirikan sebuah taman kanak-kanak di kabupaten tersebut. Selain itu, ia membiayai sebuah panti jompo yang menampung 900 lansia di wilayah tersebut.
Meskipun memiliki kekayaan ini, Wang tidak pernah membeli mobil atau vila untuk dirinya sendiri. Ia justru memilih untuk tinggal di apartemen sederhana.
"Jika saya mengirimkan uang-uang tersebut sambil mengendarai mobil, mereka akan melihat saya lebih tinggi derajatnya. Namun, jika saya mengendarai sepeda, mereka akan menganggap saya setara dengan mereka," jelas Wang.
"Saya lebih memilih menggunakan uang untuk membeli vila diberikan kepada orang yang membutuhkan, dan pilihan ini memberikan saya ketenangan. Tinggal di sebuah rumah besar tidak akan memberikan saya perasaan lega yang sama," imbuhnya.
Hidup Wang yang sederhana ini adalah mengenakan mantel yang sama selama 36 tahun dan tidur di tempat tidur kayu selama 80 tahun. Ia biasanya menggunakan sepatu kain yang mendiang istrinya, Chen Jijin, buat dan perbaiki berkali-kali, yang meninggal pada tahun 2021 dan selalu mendukung kegiatan amalnya selama pernikahan mereka.
Pria tersebut juga mengungkapkan bahwa ia tidak berniat untuk memberikan tabungan kepada anak-anaknya karena ia berpendapat mereka harus bisa mandiri.
"Saya berdonasi selama saya hidup dan saya akan terus berdonasi bahkan saat saya sudah tiada," ucapnya.
Menurut putrinya, Wang mengunjungi perusahaannya sebulan sekali untuk memeriksa pembukuan. "Ia tidak peduli seberapa banyak uang yang kami hasilkan, tapi ingin memastikan bahwa kami segera memberikan sumbangan," ujarnya.
Kisah inspiratif Wang tuai pujian di seluruh media sosial China. "Ia telah melakukan kebaikan untuk waktu yang sangat lama. Wang pantas mendapatkan rasa hormat dan penghargaan kita!" tulis seorang pengguna internet.
Pengguna lain juga menambahkan bahwa Wang sudah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang membutuhkan. "Pria itu adalah Buddha yang hidup!"