Thailand Resmi Naikkan Pajak Impor Kendaraan Listrik

Pajak impor kendaraan listrik di Thailand resmi dinaikkan, setelah Dewan Kendaraan Listrik Thailand menyetujui hal tersebut, Jumat (11/9/2026)

oleh Arief AszhariDiterbitkan 12 September 2026, 09:14 WIB
Langkah Strategis MG Wujudkan Industri Kendaraan Listrik di Thailand (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pajak impor kendaraan listrik di Thailand resmi dinaikkan, setelah Dewan Kendaraan Listrik Thailand menyetujui hal tersebut, Jumat (11/9/2026). Kenaikan pajak cukai atas impor kendaraan listrik ini, bertujuan untuk mendorong investasi manufaktur otomotif Negeri Gajah Putih.

Disitat dari Channel News Asia, Director-General of the Excise Department, Ministry of Finance Thailand,Pornchai Thiraveja menuturkan, kendaraan yang diimpor dalan kondisi utuh (CBU) akan dikenakan tarif pajak tertinggi, melampaui tarif cukai 10 persen yang berlaku saat ini.

Pornchai menuturkan, tarif pajak lebih rendah akan berlaku bagi kendaraan yang diimpor untuk tujuan pengujian serta kendaraan yang diimpor untuk perakitan atau produksi lokal.

Sedangkan untuk kendaraan yang diproduksi di Thailand, dengan menggunakan komponen lokal akan dikenakan tarif pajak terendah.

Sementara itu, masa transisi akan diberikan agar produsen otomotif memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan aturan pajak baru, tetapi durasi masa transisi itu belum ditentukan.

Finance Ministry Permanent Secretary Lavaron Sangsnit menuturkan, tarif pajak akan diputuskan pada akhir bulan ini.

Penjualan EV di Thailand

Kendaraan listrik dan hibrida mencakup 55 persen dari penjualan mobil baru selama tujuh bulan pertama tahun 2026.

Hal ini merupakan kali pertama jumlah registrasi gabungan kendaraan listrik, hibrida, dan plug-in hybrid melampaui jumlah registrasi kendaraan bermesin pembakaran internal, menurut Board of Investment atau Dewan Investasi (BOI).

"Transisi sektor otomotif Thailand harus mampu mengubah permintaan konsumen yang pesat menjadi pembentukan modal jangka panjang, lokalisasi teknologi, dan lapangan kerja berkualitas," ujar Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi.

Nilai persetujuan investasi dari BOI untuk ekosistem kendaraan listrik secara kumulatif mencapai US$ 4,59 miliar atau Rp 80,44 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.530) yang mencakup 189 proyek per Agustus 2026.

Thailand merupakan pusat produksi dan ekspor regional yang utama bagi berbagai produsen mobil, seperti BYD dan Toyota Motor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya