Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) sudah siapkan dana hingga sekitar Rp 858 miliar untuk menambah kepemilikan saham di PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui tender sukarela.
Presiden Direktur Astra Rudy Chen mengatakan, perseroan menawarkan harga Rp 3.600 per saham dengan target tambahan kepemilikan maksimal adalah 4,95%.
Advertisement
"Jadi Astra menawarkan harga Rp 3.600 per saham dengan target 4,95% saham AUTO. Apabila itu bisa terealisasi semua, total capital deployment-nya itu diperkirakan Rp 858 miliar,” ujar Rudy pada Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan, jika seluruh transaksi terealisasi, kepemilikan Astra di Astra Otoparts akan meningkat. "Itu akan meningkatkan kepemilikan Astra dari sekarang 80% menjadi 84,95%," ujar dia.
Rudy yakin fundamental Astra Otoparts yang dapat memperkuat bisnis komponen Astra. Menurut dia, kinerja AUTO dinilai baik, terutama dari sisi arus kas serta peluang pertumbuhan jangka panjang.
"Jadi kita ingin menambah saham di AUTO itu menunjukkan komitmen kita untuk terus menambah, bisa mendukung perkembangan bisnis AUTO ini ke depan," ujar dia.
Rudy menyatakan langkah tersebut sudah sesuai dengan strategi Astra yang kini memusatkan perhatian pada tiga bisnis inti, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat.
Meski kepemilikan Astra bertambah, posisinya sebagai pengendali tidak berubah. Perseroan juga menyatakan transaksi tetap akan memperhatikan ketentuan minimum free float 15% serta menggunakan hanya kas internal Astra.
Astra Beli Saham AUTO Rp 858 Miliar
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mengumumkan pengajuan tawaran oleh perseroan untuk membeli efek suatu perusahaan terbuka dalam hal ini PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) pada Senin, (31/8/2026). Astra International membeli saham AUTO sekitar 238,44 juta saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin pekan ini, PT Astra International Tbk mengumumkan penawaran tender sukarela atas saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 54/POJK.04/2015 tentang penawaran tender sukarela.
Adapun PT Astra Otoparts Tbk merupakan entitas anak terkonsolidasi perseroan. Di mana perseroan saat ini telah memiliki 3.855.786.337 saham, yang mewakili 80% dari modal ditempatkan dan disetor AUTO.
"Tujuan penawaran tender sukarela adalah untuk meningkatkan kepemilikan saham perseroan pada AUTO,” tulis Corporate Secretary PT Astra International Tbk, Gita Tiffani Boer dalam keterbukaan informasi BEI.
Berdasarkan pernyataan penawaran tender sukarela, perseroan membeli maksimal 238.442.293 saham AUTO, yang mewakili sekitar 4,947% dari modal ditempatkan dan disetor AUTO.
Pakai Kas Internal
Perseroan mengajukan harga penawaran tender sukarela sebesar Rp 3.600 per saham. Dengan demikian, nilai maksimal penawaran tender sukarela itu sekitar Rp 858,39 miliar.
Perseroan menyatakan, dalam hal seluruh saham yang menjadi objek penawaran tender sukarela berhasil diperoleh perseroan, kepemilikan perseroan pada AUTO akan meningkat menjadi maksimal 4.094.228.630 saham yang mewakiliki sekitar 84,94% dari modal ditempatkan dan diseotr AUTO.
Pakai Kas Internal
Gita menyebutkan, perseroan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan pembayaran penuh atas penawaran tender sukarela itu. Perseroan memakai kas internal untuk melaksanakan penawaran tender sukarela tersebut.
“Pelaksanaan penawaran tender sukarela tunduk pada diperolehnya pernyataan efektif dari OJK,” tulis Gita.