Mentan Berduka, 3 ASN Gugur Ditembak KKB saat Kirim Bantuan Pangan

Mentan Amran menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang ditembak KKB saat bertugas menyalurkan bantuan pangan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 10 September 2026, 10:20 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu kepala daerah seluruh Papua, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Papua. Tiga ASN tersebut diduga ditembak saat mengirimkan bantuan pangan dan ternak ke wilayah Papua Pegunungan.

Berdasarkan informasi pihak kepolisian, tiga petugas rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya itu diduga ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Amran menilai penembakan terhadap petugas pemerintah yang sedang bertugas kemanusiaan tersebut semestinya tidak terjadi.

“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Amran menegaskan bahwa petugas yang menjalankan program bantuan ternak dan ketahanan pangan di wilayah Papua bukan pihak yang membawa ancaman. Oleh karena itu, mereka harus mendapat jaminan keamanan penuh dari aparat penegak hukum.

Ia pun meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz beserta jajaran TNI-Polri mengusut tuntas pelaku penembakan serta memastikan keselamatan para petugas lapangan di Papua.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegasnya.

 

Bantuan Pangan dan Ternak Tetap Berjalan

Pemerintah melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026. Bansos beras ini disalurkan melalui Bulog. (Dok Bulog)

Amran memastikan keberlanjutan program bantuan ternak dan pangan di wilayah Papua Pegunungan akan terus berjalan tanpa hambatan. Pihaknya juga akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.

Ia berharap bantuan pangan dan ternak dari pemerintah tetap dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pedalaman Papua.

“Kami sangat berduka mendengar kabar ini. Semoga aparat keamanan dapat segera mengungkap kasus ini dan memastikan tidak terulang kembali. Kita ingin pembangunan pertanian di Papua kuat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Amran.

 

KKB Kodap III Ndugama Diduga Jadi Pelaku

Sebelumnya, Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, aksi penembakan yang menewaskan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tersebut diduga dilakukan oleh KKB Kodap III Ndugama.

“Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama. Namun, siapa pelakunya secara pasti masih terus didalami,” kata Faizal di Jayapura, Kamis (10/9/2026).Kronologi Kejadian

Faizal menjelaskan, insiden penembakan terjadi saat para korban hendak kembali ke Wamena usai menyerahkan bantuan pangan kepada warga di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Saat rombongan melintas di Distrik Muliama dalam perjalanan menuju Wamena, KKB mendadak menyerang dan menembak ketiga ASN hingga meninggal dunia. Tim gabungan telah mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Wamena.

“Jenazah ketiga korban penembakan, yakni AR (49), AAM (35), dan WM (25), sudah berada di RSUD Wamena,” jelas Faizal.

Sebagai informasi, jarak antara Muliama dan Wamena berkisar 20 kilometer serta dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya