Helikopter Layanan Medis Jatuh di Sarawak Malaysia, 5 Orang Tewas

Lima korban tewas dalam insiden helikopter jatuh ini antara lain seorang pilot, dokter, asisten petugas medis, dan dua perawat.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 09 September 2026, 16:37 WIB
Ilustrasi helikopter jatuh (Dok.unsplash)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Sebuah helikopter yang digunakan untuk layanan medis jatuh di dekat Bandara Long Lellang, Distrik Marudi, wilayah utara Sarawak, Malaysia, pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 15.40 waktu setempat. 

Mengutip laporan CNA, helikopter itu merupakan bagian dari Flying Doctor Service, layanan yang menggunakan pesawat atau helikopter untuk memberikan pelayanan kesehatan dan transportasi medis darurat kepada masyarakat di daerah pedalaman atau terpencil.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan dan dukungan yang diperlukan kepada keluarga para korban kecelakaan helikopter.

Dalam unggahan di Facebook pada Rabu (9/9), Anwar juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Pikiran dan doa saya, juga Azizah, menyertai keluarga seluruh korban yang tengah melalui masa yang sangat sulit ini," kata Anwar, merujuk pada istrinya.

"Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan. Saya meminta semua pihak memberi ruang kepada keluarga korban dan tidak berspekulasi sambil menunggu informasi yang telah dipastikan kebenarannya oleh pihak berwenang."

Kepala Eksekutif Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) Norazman Mahmud mengatakan tim dari Biro Investigasi Kecelakaan Udara Malaysia (AAIB) dijadwalkan tiba di Miri pada Rabu untuk membantu penyelidikan.

Desa Long Lellang berjarak sekitar 310 kilometer dari Miri, kota besar terdekat, dan sekitar 930 kilometer dari Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak.

"Puing helikopter di lokasi kecelakaan akan dibiarkan seperti semula sesuai instruksi AAIB. Lokasi kejadian telah dipasangi garis pembatas dan diamankan," kata Norazman seperti dikutip media lokal New Straits Times (NST).

Menurut Norazman, pihak berwenang akan kembali melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi di lokasi pada Rabu.

Berdasarkan informasi awal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri (AFRS) seperti dilaporkan The Star, helikopter jatuh di dekat ujung landasan Bandara Long Lellang. Bandara tersebut merupakan STOLport, yakni bandara dengan landasan pendek yang dapat digunakan pesawat untuk lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad memastikan para tenaga kesehatan yang tewas sedang menjalankan tugas resmi.

Dokter yang menjadi korban diidentifikasi sebagai Ainul Baraah Kamaruddin asal Kelantan. Saudara iparnya, Nureez Mohd Pauzi, mengonfirmasi kematian Ainul melalui unggahan di Facebook setelah kecelakaan tersebut.

Korban lainnya telah diidentifikasi sebagai Zainol Afiq Bee Sham. Identitas tiga korban lainnya belum diketahui.

Norazman mengatakan polisi akan menangani proses identifikasi dan penyelidikan di Rumah Sakit Miri, termasuk mencocokkan DNA para korban dengan DNA anggota keluarga mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya