Harga Perak Antam Hari Ini Merosot Rp 250

Berikut harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) saat harga perak dunia naik pada Rabu, (9/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 September 2026, 10:24 WIB
(Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu, (9/9/2026). Harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan berlawanan dengan harga perak dunia.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam turun Rp 250 menjadi Rp 43.450. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam berada di posisi Rp 43.700.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram dipatok Rp 11.387.500 dan perak batangan 500 gram dibanderol Rp 21.850.000.

Lalu bagaimana harga perak dunia?

Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia naik 0,90% menjadi US$ 66,34.

Harga perak diperdagangkan di kisaran US$ 65,5 per ons pada Rabu setelah turun selama dua sesi berturut-turut. Hal itu tertekan oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Harga minyak terus menanjak setelah pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah Iran di dekat Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama negara tersebut, sebagai balasan atas upaya serangan rudal terhadap kapal perang AS. Para investor juga bersiap menyimak data penting inflasi AS minggu ini untuk mendapatkan sinyal lebih lanjut mengenai langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya.

Pasar saat ini memperhitungkan adanya peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada minggu depan.

Meskipun logam mulia secara luas dianggap sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding assets) dengan meningkatkan daya tarik investasi yang memberikan bunga.

Di sisi lain, perak terus mendapat dukungan dari permintaan industri yang kuat, khususnya dari sektor energi surya dan elektrifikasi.

Harga Emas Dunia

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas melemah tipis pada perdagangan Selasa, 8 September 2026 (Kamis pagi Jakarta). Koreksi harga emas ini seiring kenaikan harga minyak dunia memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve pada September. Sementara itu, investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter.

Mengutip CNBC, Rabu (9/9/2026), harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.385,85 per ons pada pukul 14.16 waktu setempat (ET) setelah sempat diperdagangkan di level tertinggi US$ 4.442,70 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1% menjadi US$ 4.431.

"Pergerakan emas tertahan dalam kisaran tertentu karena dibatasi oleh tingginya kemungkinan kenaikan suku bunga, yang terus menghambat momentum pasar," ujar Analis Senior di Stone X, Daniel Pavilonis.

Harga minyak menyentuh level tertinggi dalam beberapa minggu setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Teheran menyerang fasilitas energi Arab Saudi dan Teheran mengancam Amerika Serikat dengan perang ekonomi.

Minyak mentah Brent mendekati angka US$ 100 per barel, menyentuh level US$ 99,46, level tertinggi sejak 24 Juli yang memicu kekhawatiran inflasi.

 

Menanti Data Ekonomi

Sebagai informasi, pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Tampak dalam foto, perhiasan emas dipajang di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Pasar terus mencerna laporan lapangan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan dan menantikan data CPI (Indeks Harga Konsumen) serta PPI (Indeks Harga Produsen) mendatang.

Sementara itu, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam, Zaner Metals, Peter Grant menuturkan, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

Harga emas spot sempat turun hingga 2,4% pada Jumat lalu setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%, yang memperkuat tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja.

Para pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral, berdasarkan data CME FedWatch Tool naik dari sekitar 50% sebelum data tersebut dirilis.

Data indeks harga produsen AS dijadwalkan rilis pada Kamis, sedangkan angka indeks harga konsumen akan dirilis pada Jumat.

Meskipun emas sering dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) ini. Di antara logam-logam lainnya, harga perak naik tipis 0,2% menjadi US$ 66,30 per ons, platinum naik 1% menjadi US$ 1.844,58, dan paladium turun 2,6% menjadi US$ 1.351,75.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya