Kelakar Pramono Minta Satpol PP Belajar Menahan Emosi

Pramono melempar guyon mengenai caranya menghadapi berbagai situasi sebagai gubernur.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 09 September 2026, 01:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta tetap tegas dalam menjalankan tugas, tetapi harus lebih mengedepankan sikap humanis saat berhadapan dengan masyarakat.

Pramono bahkan berkelakar meminta anggota Satpol PP DKI Jakarta belajar menahan emosi dan menghadapi berbagai situasi dari dirinya sebagai gubernur.

Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

“Yang namanya anggota Satpol PP juga bisa emosional. Bisa marah, bisa tersinggung dari hal-hal kecil. Tetapi karena sekarang ini Saudara-saudara ditugaskan di garda terdepan untuk menjaga wajah Jakarta, maka saudara-saudara sekalian harus bisa menahan diri. Minimal belajar dari Gubernur-nya lah,” kata Pramono.

Pramono kemudian melempar guyon mengenai caranya menghadapi berbagai situasi sebagai gubernur. Dia mengatakan tetap berusaha tersenyum meski ada hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan atau menghadapi persoalan yang harus diputuskan.

“Walaupun kadang-kadang di-ini orang kan saya senyum-senyum aja. Walaupun senyumnya pasti apa yang menjadi keinginan, tujuan, dan yang harus diputuskan tetap kita putuskan,” ucapnya.

Menurut Pramono, sikap humanis bukan berarti Satpol PP DKI kehilangan ketegasan dalam menegakkan aturan. Dia menyebut ketegasan, ketertiban, dan kewibawaan tetap harus dipertahankan dalam menjalankan tugas.

“Kalau saudara-saudara sekalian bisa melewati ini dan kemudian wajahnya lebih humanis, tetapi tegas, tetapi tertib, tetapi berwibawa, saya yakin wajah Jakarta akan total berubah,” lanjut Pramono.

 

Penertiban 'Pak Ogah'

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peringatan HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Ia mencontohkan penertiban pak ogah di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dia meminta Satpol PP menata kawasan tersebut agar keberadaan pak ogah tidak lagi mengganggu ketertiban.

“Dan ketika sudah tertib, semua orang bilang, kenapa dulu nggak bisa ditertibkan seperti itu? Ini sebagai contoh Saudara-saudara sekalian,” ujar Pramono.

Dia juga mengapresiasi respons Satpol PP saat menghadapi sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau ketika Car Free Day (CFD) Jakarta berlangsung. Saat itu, CFD yang biasanya berakhir pukul 10.00 WIB diputuskan berakhir lebih awal pada pukul 09.00 WIB setelah Dinas Perhubungan melaporkan kondisi abu vulkanik.

Oleh sebab itu, Pramono berharap pendekatan tersebut terus dipertahankan sehingga Satpol PP dapat menjalankan tugas secara tegas sekaligus humanis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya