Abu Anak Krakatau Mereda, Sekolah di Jakarta Kembali Normal Besok

Pramono menjelaskan, salah satu pertimbangan penghentian PJJ adalah kondisi penerbangan yang mulai kembali normal.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 08 September 2026, 18:42 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026). (Liputan6.com/Winda)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan di seluruh satuan pendidikan ibu kota sejak Senin 7 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir hari ini.

Dia memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah Jakarta kembali berlangsung normal mulai Rabu 9 September 2026.

“Yang pertama untuk PJJ, besok sekolah normal kembali. Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan SE,” kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Pramono menjelaskan, salah satu pertimbangan penghentian PJJ adalah kondisi penerbangan yang mulai kembali normal. Menurutnya, aktivitas penerbangan menjadi salah satu parameter dalam menentukan kebijakan tersebut.

“(Ada) berbagai alasan, salah satunya adalah karena memang penerbangan sendiri itu sebagai salah satu parameter sekarang sudah berjalan dengan normal,” katanya.

Meski seluruh sekolah kembali normal seiring meredanya abu vulkanik, Pramono menyampaikan Pemprov DKI masih melakukan upaya untuk mengurangi dampaknya. Hari ini, lanjutnya, pesawat Cessna Caravan telah melakukan penyemaian awan atau operasi modifikasi cuaca (OMC) sebanyak lima sorti.

“Sebenarnya hari ini kita sudah menerbangkan pesawat Cessna sebanyak 5 sorti, tetapi memang awannya itu masih enggak cukup,” ujar Pramono.

Dia berharap kondisi awan memungkinkan terjadinya hujan pada sore atau malam hari sehingga membantu proses penanganan dampak abu vulkanik.

“Dan mudah-mudahan ini sore ini masih ada waktu, ruang untuk bisa turun hujan. Memang nggak gampang,” ucap dia.

 

PJJ Sekolah Jakarta

Antusias murid kelas 1 saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Jati 06 Pagi, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (11/7/2022). Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta memulai Tahun Ajaran Baru 2022/2023 pada hari ini secara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh satuan pendidikan mulai Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diambil menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan PJJ diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Menurut dia, proses belajar tetap berlangsung dari rumah dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” kata Nahdiana di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Untuk memastikan PJJ berjalan baik, Dinas Pendidikan DKI berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan. Pendampingan dan pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kendala selama proses pembelajaran.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya