Cerita Pilu Siswi di Karo Keracunan hingga Alami Hilang Ingatan

Korban sempat kejang hingga tidak sadarkan diri.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 08 September 2026, 13:49 WIB
Orang tua dari Febiola Purba siswi SMK yang mengalami hilang ingatan

Liputan6.com, Jakarta - Senyum ceria dan prestasi gemilang seketika meredup digantikan oleh hari-hari penuh kecemasan di ruang-ruang rumah sakit. Febiola Purba, siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus menanggung akibat yang sangat berat diduga setelah keracunan makanan, Kamis (13/8/2026).

Remaja yang dikenal cerdas, langganan juara pertama di kelas, sekaligus wakil ketua OSIS itu kini mengalami kejang, hilang ingatan hingga kesulitan berbicara.

Ibu kandung Febiola, Elvinus Lusiana Sitanggang, menceritakan bagaimana mimpi buruk keluarganya bermula. Sepulang sekolah hari itu, anak keempatnya tersebut sempat mengeluhkan pusing dan gatal di sekujur tubuh sebelum akhirnya tertidur.

Tak lama berselang, saat diberi susu oleh sang ibu, Febiola langsung muntah. Keluarga sempat membawanya mendapatkan perawatan selama tiga hari di sebuah rumah sakit di Kabanjahe, di mana saat itu kondisinya tampak berangsur normal.

Namun, ujian terberat justru datang sehari setelah kepulangannya ke rumah. Febiola mendadak mengalami kejang hebat yang terjadi berulang kali hingga sempat tidak sadarkan diri selama sekitar tiga puluh menit.

 

 

"Selama kejang kira-kira 10 menit, terus kejang lagi. Bersambung-sambung dia," kenang Elvinus dengan nada suara bergetar saat ditemui di RS Adam Malik, Senin (7/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, Febiola kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan, sebelum akhirnya harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan hingga kini dirawat di RS Adam Malik.

Gangguan ingatan yang dialaminya membuat Febiola lupa pada orang-orang terdekat, termasuk menanyakan identitas bibinya sendiri saat datang menjenguk. Cara bicaranya pun berubah drastis menyerupai anak-anak kecil, kontras dengan latar belakangnya sebagai pelajar berprestasi.

"Di situlah dia mulai, omongannya sudah seperti anak-anak. Padahal anak saya ini sering juara 1 di sekolah. Dia juga wakil ketua OSIS," tutur Elvinus.

Hingga hampir genap sebulan sejak insiden keracunan tersebut, pihak keluarga masih menunggu kejelasan hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Berdasarkan keterangan tenaga medis, gangguan bicara yang dialami Febiola diduga berkaitan dengan kondisi lidahnya yang tertarik ke dalam.

"Kalau kata psikiater soal sulit berbicara lidahnya tertarik ke dalam. Kalau soal ingatannya kami masih menunggu hasil. Maunya anakku ini dikasih pengobatan yang tepat biar jangan kembali lagi bolak-balik ke rumah sakit," ucap Elvinus penuh harap.

Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menjelaskan bahwa Febiola telah menjalani rawat jalan sejak 31 Agustus lalu dan saat ini terus dipantau perkembangannya.

"Ini adalah yang kedua. Untuk sekarang fokusnya pada pemeriksaan neurologi anak dan psikiatri," ungkap Dorothy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya