RSUP Angkat Bicara Soal Siswi SMK Keracunan hingga Alami Gangguan Ingatan

Kisah pilu ini mencuat setelah pihak keluarga, khususnya orang tua korban, membagikan rekaman video.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 08 September 2026, 13:06 WIB
Siswi SMK diduga hilang ingatan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video amatir yang merekam kondisi memilukan seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendadak viral di berbagai platform media sosial.

Remaja berinisial FB (16) tersebut diduga mengalami gangguan ingatan yang cukup mengkhawatirkan setelah sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap makanan beberapa waktu lalu.

Kisah pilu ini mencuat setelah pihak keluarga, khususnya orang tua korban, membagikan rekaman video yang memperlihatkan perubahan drastis pada kondisi sang anak.

Dalam video yang langsung menyita perhatian publik dan menuai beragam komentar dari warganet tersebut, diungkapkan bagaimana memori dan fungsi kognitif remaja perempuan itu terganggu pasca-insiden keracunan makanan.

Melihat kondisi kesehatan FB yang semakin memprihatinkan, pihak Rumah Sakit Efarina tempat ia awalnya berobat langsung mengambil tindakan cepat dengan memberikan rujukan.

FB kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan guna mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan dari para tenaga ahli yang lebih berpengalaman.

Pihak manajemen RSUP Haji Adam Malik Medan pun akhirnya memberikan penjelasan terkait status kesehatan dan perawatan yang tengah dijalani oleh siswi tersebut.

Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, kepada wartawan menjelaskan bahwa FB saat ini rutin menjalani perawatan secara rawat jalan dan ditangani langsung oleh dokter spesialis anak di rumah sakit rujukan regional tersebut.

"Betul, pasien dengan inisial FB usia 16 tahun saat ini sedang menjalani pengobatan rawat jalan di RS Adam Malik. Untuk kunjungan pertama itu sudah dilakukan oleh pasien sejak 31 Agustus 2026, kemudian 7 September, dan saat ini pasien ditangani oleh spesialis dokter anak," ungkap Rosa saat memberikan keterangan, Selasa (8/9/2026).

Publik bersama pihak keluarga tentu menaruh harapan besar agar kondisi memori FB dapat segera pulih sepenuhnya, sekaligus menuntut adanya evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada anak-anak lainnya di sekolah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya