Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyadari pentingnya jaminan terhadap masa tua selepas masa bekerja bertahun-tahun. Dana pensiun menjadi salah satu cara agar masa tua pekerja bisa berjalan dengan bahagia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengajak masyarakat untuk bisa mempersiapkan dana pensiun (dapen) sejak awal masa bekerja. Persiapan penting dilakukan agar masa tua nantinya pekerja tak kehilangan penghasilan yang menjamin hidupnya.
Advertisement
"Sejak pertama orang bekerja itu harus sudah memikirkan tentang dana pensiun. Nah ini adalah upaya kita bersama dan ini akan dilaksanakan serentak di beberapa kota di Indonesia," kata Friderica saat membuka Bulan Dana Pensiun, di Senayan, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Sosialisasi pentingnya dana pensiun disadari perlu gencar dilakukan oleh semua pihak terkait. Bukan tanpa alasan, Survei Nasional Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat tingkat literasi dana pensiun sebesar 22,21%, sedangkan tingkat inklusinya baru 5,10%. Angka ini cukup jauh di bawah literasi keuangan sebesar 69,57% dan inklusi keuangan 93,61%.
Friderica mengajak masyarakat tidak hanya mengetahui dan mengerti soal kehadiran dapen. Namun, bisa menjadikan dapen ini sebagai bantalan atau ketahanan finansial pekerja di masa tua nantinya.
"Yang utama juga bagaimana dari financial inclusion itu menjadi financial resilience, artinya ketahanan kita. Jadi bagaimana ketika kita semua setelah memasuki masa pensiun kita punya cukup dana tabungan, income, passive income, dan lain-lain yang itu bisa memastikan hidup kita nyaman ya sampai selamanya," tutur dia.
Perlu diketahui ada beberapa program dana pensiun, yakni, dapen oleh perusahaan melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja atau DPPK. Kemudian juga Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), dan juga yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, oleh Taspen, atau Asabri.
Senada, Direktur Operasional PT Taspen (Persero), Tribuana Putra Jaya menilai, pelaksanaan Bulan Dana Pensiun kedepan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebagai bagian perusahaan asuransi sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Taspen berkomitmen ikut berkontribusi sosialisasi dana pensiun sejak dini.
"Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif. Taspen sebagai perusahaan asuransi sosial bagi ASN berkomitmen untuk terus meningkatkan awareness dan mendorong kesiapan pensiun sejak dini, khusus bagi ASN menuju masa pensiun yang sejahtera," urainya.
Dukungan Pemerintah
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mendukung penuh upaya penguatan informasi mengenai dana pensiun ini. Dia memandang pegawai pemerintah sudah lebih dahulu sadar akan dana pensiun, meski masih ada sekitar 60% dari angkatan kerja di Indonesia yang berada di sektor informal.
"Ini tentu tantangan pemerintah bagaimana kita semangat yang kita dengar hari ini, masa mudanya produktif dan kemudian masa muda berkarya dan kemudian pada saat tua bahagia dan mendapatkan perlindungan. Jadi kami dari Kementerian Ketenagakerjaan sekali lagi ini sejalan dengan upaya kita untuk terus meningkatkan perlindungan kepada para angkatan kerja kita," tutur dia.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rini Widyantini menerangkan masa tua para ASN perlu disiapkam sejak awal mulai bekerja. Purnabakti dari ASN, menurutnya bukan akhir dari pengabdian, melainkan babak baru dari perjalanan hidup.
"Jadi pengalaman, pengetahuan selama puluhan tahun kita bekerja tentu bisa dimanfaatkan sekarang untuk keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu tentunya kesiapan ini perlu disiapkan dari sebelum kita pensiun," sebut Rini.