Liputan6.com, Kathmandu - Tim penyelamat di Nepal menemukan seorang pria asal China dan seorang perempuan dalam dua operasi terpisah pada Sabtu (5/9/2026), 10 hari setelah banjir bandang dahsyat melanda negara itu.
Pencarian masih terus dilakukan terhadap korban hilang.
Advertisement
Menurut unggahan di media sosial kantor perdana menteri Nepal, pria asal China tersebut ditemukan selamat di dalam terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Dengan penyelamatan itu, tiga pekerja telah ditemukan hidup dari proyek PLTA Trishuli. Dua pekerja asal Nepal lebih dulu diselamatkan pada Jumat (4/9).
Militer Nepal mengatakan pria tersebut dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri atas personel militer Nepal dan pakar penanggulangan bencana dari Korea Selatan. Ia ditemukan di dalam terowongan sepanjang 225 meter dan kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sejumlah foto memperlihatkan pria itu dievakuasi menggunakan helikopter. Seorang petugas medis militer memeriksa kondisinya selama penerbangan.
Foto yang dirilis stasiun televisi pemerintah China, CCTV, memperlihatkan dua anggota tim penyelamat membawa pria bernama Lu Haitao itu keluar dari terowongan.
CCTV menyiarkan rekaman percakapan Lu dengan seorang petugas. Lu mengatakan ia berulang kali berteriak setiap kali melihat cahaya dari tim penyelamat, tetapi suaranya tidak terdengar.
"Setiap kali melihat sorot lampu mereka, saya berteriak, 'Hei!' sekeras-kerasnya," kata Lu kepada CCTV. "Mungkin mereka tidak mendengar saya."
"Ketika mereka datang menyelamatkan saya hari ini, bahkan saat sorot lampu mereka sudah tepat di depan mata, saya masih tidak percaya."
Menurut CCTV, Lu kemudian dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Adik perempuan Lu, Lu Hairong, mengatakan kepada media China Red Star News dan Cover News bahwa kakaknya yang berusia 49 tahun sebelumnya bekerja sebagai petani di Provinsi Henan, China bagian tengah.
Lu yang memiliki istri dan seorang putra juga mengambil pekerjaan tambahan pada waktu senggang, terutama sebagai tukang kayu. Pada Februari, ia berangkat ke Nepal untuk bekerja bersama seorang warga dari desa yang sama.
Keluarga Lu diliputi kekhawatiran sejak longsor lumpur terjadi. Lu Hairong mengaku sangat gembira ketika melihat foto kakaknya muncul dalam pemberitaan.
"Ini benar-benar keberuntungan di tengah musibah," tutur Lu Hairong.
Korban Tewas Tembus 1.300 Orang
Operasi pencarian dan penyelamatan kini semakin difokuskan pada 12 proyek PLTA di berbagai wilayah Nepal. Menurut pihak berwenang, sekitar 900 pekerja di proyek-proyek tersebut masih hilang, sementara sekitar 500 orang diperkirakan terjebak di sejumlah terowongan.
Tim penyelamat khusus dari India, China, Korea Selatan, dan Amerika Serikat terus menyisir puing-puing, bangunan yang rusak, serta terowongan di proyek-proyek tersebut dengan harapan menemukan korban yang masih selamat.
Sementara itu, seorang perempuan juga ditemukan selamat di sebuah rumah di Nuwakot, wilayah yang terdampak banjir, pada Sabtu. Juru bicara militer Nepal mengatakan perempuan tersebut kemudian diterbangkan ke Kathmandu untuk menjalani perawatan.
Foto-foto yang dirilis militer Nepal memperlihatkan perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh berlumuran lumpur di dalam rumah yang rusak. Tim penyelamat memberinya air minum sebelum membawanya keluar dengan tubuh dibalut selimut abu-abu.
Lebih dari 1.300 orang tewas—terdiri dari sedikitnya 1.344 korban jiwa di Nepal dan 31 korban jiwa di wilayah Tibet, China—akibat banjir bandang yang melanda pada 26 Agustus. Bencana tersebut diduga dipicu oleh runtuhnya gletser.