Putri Mahkota Swedia Sambangi Sekolah Tahan Gempa, Dengar Cerita Trauma Guru

Putri Mahkota Swedia Victoria mengunjungi SMK di Lombok, melihat langsung sekolah tahan gempa yang dibangun melalui bantuan UNDP.

oleh Septian DenyDiterbitkan 05 September 2026, 21:10 WIB
Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP, mengunjungi SMK Negeri 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/9/2026).

Liputan6.com, Lombok - Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP, mengunjungi SMK Negeri 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Putri Mahkota  Victoria untuk melihat langsung upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan UNDP bersama pemerintah, masyarakat, dan mitra di Lombok.

SMK Negeri 1 Pemenang merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang dibangun kembali dengan konstruksi tahan gempa melalui Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), salah satu proyek UNDP untuk mendukung pemulihan masyarakat setelah gempa bumi melanda Lombok.

PETRA dilaksanakan UNDP dengan pendanaan Pemerintah Jerman melalui bank pembangunan KfW.

Bangkit Setelah Gempa Lombok

Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat pada 2018 menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan sekitar 400.000 orang mengungsi.

Sejak 2018, UNDP melalui PETRA menjalankan program pemulihan dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jerman melalui KfW. Program tersebut diarahkan untuk membangun kembali infrastruktur penting di bidang kesehatan, pendidikan, dan masyarakat, sekaligus mendukung pemulihan yang tangguh bagi warga terdampak bencana di Lombok.

Dengan pendanaan sebesar 25 juta Euro dari KfW, PETRA telah membangun kembali 14 fasilitas umum di Lombok. Fasilitas tersebut mencakup empat sekolah kejuruan, satu puskesmas, dan sembilan pustu yang memberikan manfaat bagi lebih dari 150.000 penduduk. Selain itu, program tersebut juga membangun delapan proyek infrastruktur masyarakat.

PETRA turut merekonstruksi sistem air dan irigasi. Di Lombok Utara, program ini membangun instalasi air bersih yang melayani 600 rumah tangga, sementara saluran irigasi di Lombok Timur memberikan manfaat bagi sekitar 500 keluarga.

Pendekatan yang digunakan dalam proses rekonstruksi juga melibatkan masyarakat secara inklusif. Perempuan dilibatkan secara langsung dalam pekerjaan konstruksi maupun dalam kelompok mata pencaharian baru, seperti kelompok pengrajin eco-print yang dibentuk setelah bencana.

 

 

 

Guru dan Siswa Masih Simpan Trauma Gempa

Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP, mengunjungi SMK Negeri 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/9/2026).

Bagi para guru dan siswa SMK Negeri 1 Pemenang, pengalaman gempa 2018 masih menyisakan trauma. Hasanawati, Guru Pendidikan Pancasila di SMK Negeri 1 Pemenang, mengatakan rasa khawatir masih muncul ketika mendengar suara yang mengingatkan mereka pada gempa.

“Walaupun sebenarnya masih ada sedikit trauma. Trauma itu memang susah untuk dihilangkan,” kata Hasanawati.

Menurut dia, kondisi sekolah saat ini jauh lebih nyaman dibandingkan kelas darurat yang digunakan setelah gempa. Kelas darurat yang sebelumnya ditempati siswa terasa panas saat siang hari dan bahkan pernah mengalami kebanjiran ketika musim hujan.

Kondisi tersebut berbeda dengan bangunan baru yang dibangun melalui dukungan UNDP. Hasanawati menilai struktur bangunan memberikan rasa aman karena dirancang tahan gempa.

Ia mengaku melihat langsung proses pembangunan, termasuk fondasi bangunan sekolah yang menurutnya cukup dalam. Selain itu, setiap ruang kelas memiliki dua pintu, jendela yang tebal, serta menggunakan bata ringan pada bagian tembok.

“Kalau misalnya terjadi gempa lagi, mudah-mudahan tidak terlalu membahayakan. Jadi Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada UNDP sudah memberikan kami sumbangan berupa bangunan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Membangun Kembali

Rekonstruksi fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur berkualitas menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat dan pemulihan jangka panjang.

Melalui PETRA, pembangunan kembali tidak hanya diarahkan untuk menggantikan fasilitas yang rusak akibat bencana. Program tersebut juga menunjukkan bagaimana rekonstruksi pascabencana dapat dilakukan dengan melibatkan lembaga dan masyarakat setempat untuk memperkuat ketahanan, inklusi, serta membuka peluang bagi masa depan.

Program ini menjadi salah satu contoh kemitraan jangka panjang antara Indonesia, UNDP, dan Jerman dalam mendukung pemulihan masyarakat Lombok setelah bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya