Liputan6.com, Jakarta - Kepungan asap kebakaran TPA Putri Cempo Kota Surakarta Jawa Tengah, membuat lima kepala keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka. Dampak asap cukup parah memicu evakuasi warga.
Dari pantauan Liputan6.com di lokasi hingga Sabtu (5/9/2026), api dan bara masih membakar kawasan TPA setempat. Kepolisian terus berjibaku memadamkan kebakaran dengan dukungan helikopter water bombing.
Advertisement
Kebakaran TPA Putri Cempo memaksa Pemkot Solo menyerukan kondisi darurat kebakaran hingga 14 hari ke depan. Kondisi itu menyusul masih munculnya titik api dan kepulan asap di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Polda Jateng bersama Korpolairud Baharkam Polri, terus memperkuat pemadaman dengan mengerahkan helikopter water bombing.
Pemadaman dari udara telah dilakukan sejak Jumat (4/9/2026), dilanjutkan secara intensif pada Sabtu (5/9/2026). Helikopter mengambil air dari Sungai Bengawan Solo dan menjatuhkannya langsung ke area TPA masih terbakar.
Selama operasi berlangsung, Lapangan Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, digunakan sebagai landasan helikopter.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, operasi water bombing telah memasuki hari kedua. Penyiraman dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap kondisi api di lapangan.
“Pagi hari ini kita memasuki hari kedua pelaksanaan penyiraman dengan teknik water bombing di lokasi Putri Cempo. Pemadaman ini dilakukan oleh helikopter dan personel dari Korpolairud Baharkam Polri,” ujar Arman saat ditemui di Lapangan Plesungan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Arman, intensitas api mulai menurun berdasarkan pemantauan dari darat. Namun kondisi tersebut tetap dipantau, karena masih terdapat titik api membutuhkan penanganan.
“Kita melihat situasi dan kondisi api yang sudah mulai berkurang dari pantauan darat. Kemudian, melihat perkembangan selanjutnya, kita akan melaksanakan penyiraman kembali jika diperlukan,” ujar dia.
Di tengah upaya pemadaman, dampak asap terhadap warga juga menjadi perhatian. Polres Karanganyar bersama Polresta Surakarta mendirikan posko membantu masyarakat Desa Plesungan berada sekitar satu kilometer dari lokasi TPA.
Sebanyak lima kepala keluarga (KK) sebelumnya sempat dievakuasi, karena terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo Setelah kondisi memungkinkan, mereka telah kembali ke rumah masing-masing.
“Kita sempat mengungsikan 5 KK yang terdampak asap, kini mereka telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisinya memungkinkan,” kata Arman.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pengerahan helikopter water bombing untuk mempercepat pengendalian kebakaran TPA Putri Cempo.
“Polda Jateng mendukung upaya penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan,” tukas Yuliyanto.
Dia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran. Koordinasi dengan Pemkot Solo dan instansi lainnya terus dilakukan. Hal itu untuk memastikan pemadaman berjalan efektif dan mengurangi dampak asap terhadap warga.
Polda Jateng memastikan dukungan pemadaman akan terus dilakukan hingga kondisi kebakaran terkendali. Pemadaman dari darat dan udara difokuskan, untuk menuntaskan titik api, mencegah kebakaran meluas, dan melindungi masyarakat di sekitar TPA Putri Cempo.