Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Buat 21 Orangutan Jatuh Sakit

Sebanyak 21 orangutan di Kalimantan Tengah terjangkit ISPA akibat paparan asap tebal kebakaran hutan dan lahan.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 05 September 2026, 16:32 WIB
Penampakan orangutan di Kalimantan Tengah (Kalteng). (Foto: Liputan6.com/Dimas Ramadhan).

Liputan6.com, Jakarta - Sebayak 21 ekor orangutan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Serangan penyakit itu diderita akibat asap tebal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Kalimantan.

"Lokasi kita ini masih aman dari api, tapi tidak aman dari asap. Dan paparan itu membuat kami di sini ada 21 orangutan yang menunjukkan gejala ISPA," kata Jamartin Sihite, selaku CEO BOSF di kawasan Hutan Kota Nyaru Menteng, Kalteng, Sabtu (5/9/2026).

Orangutan-orangutan tersebut saat ini langsung menjalani perawatan intensif di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).

Jamari menambahkan, pihaknya saat ini sudah melakukan berbagai penanganan untuk menyelamatkan para satwa tersebut. BOSF juga memiliki enam dokter hewan yang terus bersiaga dalam mengobati orangutan yang terdampak karhutla.

"Jadi, kami kasih nebulizer, kita kasih vitamin, itu adalah bagian dari upaya menjaga orangutan supaya tetap selamat," terang Jamartin.

"Kami punya enam dokter hewan di Nyaru Menteng, dan sampai saat ini masih cukup. Tapi kalau memang dibutuhkan, kita akan hubungi Kementerian Kehutanan," tambahnya.

BOSF tidak sendiri dalam menangani para orangutan yang terpapar ISPA. Pusat rehabilitas itu juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (BKSDA Kalteng).

Kepala Balai KSDA Kalteng Andi Muhammad Khadafi menjelaskan bahwa pihaknya bersama BOSF dan organisasi non-pemerintah (NGO) lain akan memastikan orangutan-orangutan yang terdampak karhutla akan pulih sepenuhnya sebelum dilepasliarkan kembali.

"Karena kan prinsipnya semua yang ada di pusat rehabilitasi ketika sudah sampai waktunya, ketika sudah dinilai sudah cukup untuk bisa dilepasliarkan, itu akan dilepasliarkan ke habitat alaminya nanti," jelas Andi.

 

5 Orangutan Dievakuasi

Selain merawat satwa yang terkena ISPA, BKSDA bersama para NGO juga berjibaku melakukan evakuasi dan penyelamatan terhadap orangutan liar yang terdampak karhutla.

Sejauh ini, Andi menyebut ada lima orangutan yang sudah dievakuasi. Dua diantaranya adalah Raya dan Rayu, pasangan induk dan anak orangutan yang berhasil dievakuasi dari kepungan karhutla di kawasan Hutan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 2 September 2026.

Andi juga memastikan kondisi kelima orangutan yang diselamatkan itu kini sudah membaik. Bahkan sudah ada tiga yang dilepasliarkan kembali, termasuk Raya dan Rayu.

"Raya dan Rayu sudah kita translokasi kemarin, Jumat (4/9/2026). Yang dua lagi juga hari ini di-translok mungkin, pokoknya kalau tidak hari ini besok lah," kata dia.

"Jadi kelimanya alhamdulillah kita rescue, kita observasi sehat, induk anak semua sehat, siap untuk dilepasliarkan semua. Jadi alhamdulillah lima kita rescue, lima-limanya selamat dan bisa kembali ke habitatnya," sambungnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya