Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 38,62 juta kilogram sampah berhasil dialihkan dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sepanjang 2025 melalui berbagai inisiatif kolaborasi pengelolaan sampah. Capaian tersebut menjadi salah satu dampak dari upaya berbagai pihak dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Waste4Change mencatat pengurangan dan pengalihan sampah tersebut berasal dari kolaborasi yang melibatkan berbagai sektor. Upaya yang dilakukan mencakup konsistensi pengelolaan sampah di sejumlah lokasi, pengurangan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, penerapan inovasi, hingga penguatan kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Advertisement
Vice President Corporate Communication PT Waste4Change Alam Indonesia, Martinus D Adrian Manorek, mengatakan pengelolaan sampah kini tidak cukup hanya mengandalkan komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui sistem dan dampak yang terukur.
“Keberlanjutan hari ini tidak lagi cukup berhenti pada komitmen. Organisasi semakin dituntut untuk menunjukkan bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan ke dalam sistem, investasi, dan dampak yang dapat diukur. Melalui Award4Change, Waste4Change ingin menyoroti berbagai pihak yang telah bergerak melampaui pernyataan dan menghadirkan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah,” ujar Martinus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Besarnya sampah yang berhasil dialihkan dari TPA menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menangani persoalan persampahan. Waste4Change melihat pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.
Sampah Jadi Bagian Keputusan Strategis
Martinus mengatakan perubahan tersebut juga terlihat dari semakin strategisnya pengelolaan sampah bagi organisasi. Pengelolaan sampah tidak lagi semata-mata menjadi fungsi pendukung, tetapi mulai terintegrasi dalam pengambilan keputusan organisasi.
“Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi sekadar fungsi pendukung, tetapi telah menjadi bagian dari keputusan strategis organisasi. Kami berharap praktik baik yang diapresiasi hari ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk mengambil langkah serupa dan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia,” lanjut Martinus.
Upaya tersebut juga mencakup pemanfaatan kembali material yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi rendah. Salah satunya dilakukan melalui REPAIR Project by Waste4Change, hasil kolaborasi Waste4Change dan RiverRecycle.
Inisiatif ini mengumpulkan sampah plastik bernilai rendah dari sungai untuk kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna lebih tinggi.
Penghargaan ke 42 Mitra dan Instansi
Konsep pemanfaatan kembali material tersebut bahkan diterapkan dalam bentuk apresiasi kepada para mitra Waste4Change. Plakat Award4Change dibuat menggunakan material daur ulang bernilai rendah dari REPAIR Project.
Penghargaan tersebut diberikan kepada 42 mitra dan instansi atas kontribusi mereka dalam mendorong praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab selama 2025. Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat 43 apresiasi karena satu mitra menerima dua penghargaan atas kontribusi yang berbeda.
Award4Change diselenggarakan dalam rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 di Jakarta. Penghargaan terbagi dalam empat kategori, yakni Waste Management Improvement in Local Government, Strategic Partnership & Innovation Award, Hospitality & Residential Excellence Award, serta Corporate & Commercial Excellence Award.
Apresiasi tersebut bukan kompetisi atau pemeringkatan, melainkan bentuk pengakuan atas komitmen, pencapaian, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi persoalan persampahan.
Waste4Change berharap berbagai praktik tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak organisasi terlibat dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan mendukung perubahan yang berkelanjutan.