Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Hambalang pada Jumat malam.
Turut hadir Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Advertisement
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mendorong percepatan hilirisasi sekaligus melanjutkan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga saat ini, pemerintah telah menutup 290 BUMN yang disebut menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 50 triliun.
“Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia,” jelas Teddy dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan instruksinya untuk menata dan merampingkan struktur BUMN.
Target Tutup 700 BUMN
Proses konsolidasi BUMN tersebut masih akan berlanjut. Pemerintah menargetkan sedikitnya 700 BUMN lainnya ditutup hingga akhir Desember 2026.
Langkah perampingan tersebut diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 100 triliun. Penutupan dan konsolidasi perusahaan negara menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan struktur BUMN agar lebih efisien.
Prabowo menekankan bahwa proses penataan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Restrukturisasi harus dilakukan secara terukur dan menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan negara.
Dengan struktur yang lebih sederhana, pemerintah berharap BUMN dapat memiliki kinerja yang lebih sehat dan profesional.
Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kontribusi perusahaan negara terhadap perekonomian nasional.
Sebelumnya, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp 50 triliun. Pemerintah kini melanjutkan proses konsolidasi untuk mencapai target efisiensi yang lebih besar hingga akhir tahun.
Manfaat Lebih Besar
Presiden Prabowo menegaskan penataan BUMN merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan negara yang lebih efisien dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” pungkas Seskab.
Di sisi lain, percepatan hilirisasi menjadi agenda lain yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Pemerintah ingin pengolahan sumber daya alam dilakukan lebih banyak di dalam negeri sehingga nilai tambah ekonomi dapat diperoleh Indonesia.
Hilirisasi juga diarahkan untuk memperkuat investasi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.