Lahan di Jalur Utama Selatan Cianjur Terbakar

Sebagian besar rumput dan pohon mulai mengering terbakar.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 04 September 2026, 19:16 WIB
Kebakaran di Cianjur

Liputan6.com, Jakarta - Lahan seluas 2.000 meter persegi di jalur utama menuju selatan Cianjur, tepatnya di Jalan Raya Tanggeung-Sindangbarang terbakar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bersama Pemadam Kebakaran Cianjur menurunkan 25 petugas ditunjang satu mobil pemadam guna memadamkan api.

Kebakaran diduga akibat kelalaian warga membakar sampah di lahan yang rawan terbakar, karena sebagian besar rumput dan pohon mulai mengering, sehingga petugas membutuhkan waktu hingga dua jam guna memadamkan api.

"Sekitar 25 orang petugas gabungan dibantu satu unit mobil pemadam, berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke perkampungan warga, selang dua jam petugas berhasil memadamkan api," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama. Dikutip dari Antara, Jumat (4/9/2026).

Dia menjelaskan kebakaran lahan yang terjadi merupakan kedua kalinya dalam sepekan, di mana dua hari sebelumnya sempat terjadi hal yang sama akibat kelalaian warga membakar sampah sembarangan dan ditinggalkan.

Oleh karena itu, pihaknya menggencarkan sosialisasi dan edukasi pada warga melibatkan aparat desa dan kecamatan, agar warga tidak membakar sampah sembarangan saat membersihkan lingkungan selama musim kemarau karena dapat memicu kebakaran.

Ia juga mengimbau pengendara yang melintas di sepanjang jalur utama Cianjur mulai dari utara hingga selatan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan karena sebagian besar rumput dan tanaman di pinggir jalan mulai mengering.

"Termasuk imbauan pada pengendara dan masyarakat tidak membakar sampah guna membersihkan lingkungan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena rumput dan tanaman yang mengering di pinggir jalan mudah terbakar," katanya.

Pihaknya berkoordinasi dengan Damkar Cianjur dan Polres Cianjur guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi kebakaran lahan, seperti yang terjadi satu hari yang lalu di Kecamatan Cilaku, di mana api membakar lahan seluas 2 hektare sehingga petugas membutuhkan waktu hingga enam jam.

"Kami juga menyiagakan 15 petugas setiap harinya di pusdalops guna memantau dan mengawasi situasi serta melakukan penanganan cepat ketika mendapat laporan terjadinya bencana terutama kebakaran lahan selama musim kemarau," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya