Liputan6.com, Jakarta - Adopsi bitcoin (BTC) dinilai telah melampaui ambang batas historis, mengungguli emas dan S&P 500 dalam hal persentase populasi dunia yang memiliki aset itu.
Demikian disampaikan Analis Willy Woo dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (4/9/2026). Woo yang dikenal dengan analisis pasar berbasis data mengungkapkan melalui platform X dahulu bernama Twitter kalau sekitar 5% populasi global kini memiliki bitcoin, dibandingkan sekitar 4% untuk S&P 500 dan 4,5% untuk emas.
Advertisement
Angka-angka itu, menurut dia, didasarkan pada data on-chain yang kredibel dan survei industri yang dipetakan ke dalam model adopsi kurva-S.
Posisi Adopsi
Pada tingkat saat ini, Woo menggambarkan bitcoin sebagai sekadar aset keuangan. Namum, ia memperingatkan lintasan pertumbuhannya lebih penting dari pada angka utamanya.
Jika tingkat adopsi meningkat menuju 50%, menurut dia, hal tersebut dapat menandai perubahan struktural. Hal ini ia sebut sebagai pemisahan antara uang dan negara.
Menanggapi unggahan di X, banyak pihak menilai, eksposur terhadap ekuitas melalui dana pensiun dan rekening hari tua berarti jauh lebih banyak orang yang memiliki saham secara tidak langsung dibandingkan bitcoin.
Woo menepis anggapan itu. Ia menyatakan, perbandingan harus berfokus pada penggunaan investasi langsung, seraya mencatat Bitcoin juga berfungsi sebagai lindung nilai moneter di negara-negara yang menghadapi pengendalian modal atau hiperinflasi.
Negara mana yang memimpin?
Unggahan lanjutan Woo menyertakan rincian per negara. India menempati urutan teratas dalam hal jumlah absolut, dengan perkiraan 68 juta pemegang Bitcoin, atau sekitar 4,6% dari populasinya.
Amerika Serikat menyusul dengan sekitar 50 juta pemilik, yang mencerminkan tingkat penetrasi lebih tinggi sebesar 14%. Vietnam memimpin secara global dalam hal tingkat penetrasi sebesar 17%, sementara China, meskipun menerapkan larangan kripto masih mencatat perkiraan 33 juta pemegang.
Prediksi Jumlah Pemegang Bitcoin
Secara global, Woo memperkirakan antara 370 juta hingga 500 juta orang kini memiliki Bitcoin, yang menempatkan tingkat adopsi di kisaran 4,5%–6%.
Dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di atas US$ 80.000 atau Rp 1,40 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.620) saat ini, menurut data Decibel, tonggak pencapaian ini menggarisbawahi betapa cepatnya aset tersebut bertransformasi dari eksperimen khusus menjadi aset portofolio arus utama.
Pertanyaan sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan Woo, adalah di titik mana kurva tersebut akan mencapai puncaknya, dan apa dampaknya bagi masa depan uang.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.