Aman Seoul, Sanctuary Tenang di Tengah Denyut Gangnam yang Dinamis

Aman Seoul hadir di Cheongdam, Gangnam, menawarkan sanctuary tenang sekaligus rumah permanen bergaya hidup Aman di tengah dinamisnya Seoul.

oleh Vinsensia DianawantiDiterbitkan 04 September 2026, 08:00 WIB
Aman Seoul hadir di Cheongdam, Gangnam, menawarkan sanctuary tenang sekaligus rumah permanen bergaya hidup Aman di tengah dinamisnya Seoul. (Aman)

Liputan6.com, Jakarta - Aman, brand hospitality dan gaya hidup ultra-mewah terkemuka dunia, resmi mengumumkan kehadiran Aman Seoul, destinasi pertama mereka di Korea Selatan. Berlokasi di Cheongdam, salah satu distrik paling prestisius di Seoul, properti ini menempati posisi utama menghadap Sungai Han di jantung kawasan Gangnam, area yang selama ini dikenal sebagai pusat gaya hidup mewah dan tren global asal Korea Selatan.

Dirancang sebagai destinasi yang terintegrasi penuh, Aman Seoul dikembangkan bersama mitra pengelola aset dan pengembang global Shinsegae Property, mencakup hotel, koleksi residensial bermerek dalam jumlah terbatas, serta Aman Club global. Kehadiran ini menandai langkah strategis Aman untuk menghadirkan kualitas privasi, ruang, dan sense of sanctuary yang selama ini menjadi ciri khasnya, ke tengah salah satu kota paling dinamis di Asia.

Seiring pengaruh global Korea Selatan yang terus tumbuh di bidang fashion, kecantikan, desain, teknologi, hingga budaya kontemporer, Seoul kini menjelma jadi salah satu pasar paling dinamis di Asia. Aman Seoul hadir untuk komunitas penghuni, member, dan pelancong internasional yang mencari nilai-nilai yang selama ini identik dengan Aman, mulai dari privasi hingga akses ke pengalaman yang transformatif.

 

Ketenangan di Denyut Gangnam

Aman Seoul hadir di Cheongdam, Gangnam, menawarkan sanctuary tenang sekaligus rumah permanen bergaya hidup Aman di tengah dinamisnya Seoul. (Aman)

Yang membuat Aman Seoul terasa istimewa adalah caranya menghadirkan ketenangan justru di tengah denyut kota yang begitu sibuk. Properti ini dirancang sebagai retreat di atas kota, namun tetap terhubung erat dengan energi, budaya, dan kreativitas yang mendefinisikan Seoul masa kini, sebuah kontras yang justru menjadi daya tarik utamanya, seolah menawarkan jeda di tengah ritme kota yang tak pernah berhenti bergerak.

Merefleksikan Seoul sebagai kota tempat warisan dan inovasi hidup berdampingan, arsitektur dan interior Aman Seoul dikembangkan lewat dialog mendalam bersama mitra dan pengrajin yang lekat dengan sensibilitas Korea Selatan. Suite-suite yang lapang serta area publiknya banyak mengambil inspirasi dari tradisi spasial dan material khas Korea, dipadukan dengan filosofi desain harmonis Aman yang minimalis dan kontemporer, menciptakan lingkungan yang terasa tenang, membumi, dan terhubung secara intrinsik dengan lokasinya.

Di jantung proyek ini juga terdapat komitmen Aman terhadap kesejahteraan, terwujud lewat fasilitas spa dan wellness yang membentang di beberapa lantai, dirancang untuk mendukung pemulihan fisik maupun mental para tamunya, menegaskan bahwa istirahat sejati bagi Aman bukan sekadar soal tidur nyenyak, melainkan pemulihan yang menyeluruh.

 

Jadi Rumah Permanen

Aman Seoul hadir di Cheongdam, Gangnam, menawarkan sanctuary tenang sekaligus rumah permanen bergaya hidup Aman di tengah dinamisnya Seoul. (Aman)

Namun, Aman Seoul bukan sekadar hotel untuk singgah sementara. Bagian integral dari proyek ini adalah branded residences eksklusif yang memperpanjang gaya hidup Aman menjadi sebuah rumah permanen. Beragam pengalaman tinggal yang ditawarkan disatukan oleh filosofi privasi, ruang, dan desain yang istimewa, dilengkapi Aman Interiors yang membawa bahasa estetika khas Aman ke dalam hunian lewat furnitur bespoke dan elemen interior pilihan, memastikan setiap sudut rumah tetap terasa seperti bagian dari dunia Aman.

Melengkapi pengalaman tinggal permanen ini, hadir pula Aman Club global yang mencakup kolam renang khusus, fasilitas kebugaran, dan ruang sosial, menjadi setting privat bagi pemilik residensial dan member untuk berkumpul, jauh dari keramaian tamu hotel pada umumnya. Setiap entrance dan sequence kedatangan dirancang terpisah untuk hotel, residences, dan Aman Club, memberi masing-masing area privasi dan identitasnya sendiri, sesuatu yang jarang ditemukan dalam proyek hospitality terintegrasi kebanyakan.

Ditambah dengan program food and beverage global yang beragam, termasuk konsep bersantap khas Aman sendiri, seluruh elemen ini menegaskan bahwa Aman Seoul dirancang bukan sekadar untuk dikunjungi, melainkan untuk dijalani sebagai bagian dari keseharian penghuninya.

 

Sanctuary Urban

Aman Seoul hadir di Cheongdam, Gangnam, menawarkan sanctuary tenang sekaligus rumah permanen bergaya hidup Aman di tengah dinamisnya Seoul. (Aman)

Chairman dan CEO Aman Group, Vlad Doronin, menyebut Seoul sebagai kota yang berkembang begitu cepat dan percaya diri, kini berada di persimpangan budaya, desain, teknologi, dan wellness, pengaruh global yang jauh melampaui batas Korea Selatan. Menurutnya, Aman Seoul merepresentasikan keyakinan Aman terhadap masa depan kota ini sekaligus keinginan membangun rumah permanen bagi gaya hidup Aman di dalamnya, menyatukan hotel, residences, dan Aman Club di jantung Gangnam sebagai sanctuary urban.

Sementara itu, Chung Yong-jin selaku Chairman Shinsegae Group menekankan bahwa Aman Seoul akan menjadi tolok ukur baru bagi kehidupan mewah di Seoul, hasil dari perpaduan pemahaman mendalam Shinsegae Property terhadap pasar Korea dengan keahlian Aman yang telah diakui secara global di bidang hospitality dan branded residences. Pengumuman proyek ini juga menyusul kemitraan strategis yang baru dijalin antara Shinsegae Group dan OKO Group, perusahaan pengembang real estate asal Amerika Serikat yang didirikan dan dipimpin Vlad Doronin.

Kehadiran Aman Seoul melengkapi koleksi destinasi urban Aman yang telah lebih dulu hadir di kota-kota berpengaruh dunia seperti Tokyo, New York, dan Bangkok, serta akan segera menyusul di Beverly Hills, Miami Beach, Dubai, dan Singapura. Lewat kehadirannya di Gangnam, Aman menegaskan filosofinya bahwa kemewahan sejati bukan soal seberapa ramai kota di sekitarnya, melainkan seberapa tenang ruang yang bisa dihadirkan di tengahnya, sekaligus seberapa lama rasa tenang itu bisa terus dijalani sebagai bagian dari rumah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya