Liputan6.com, Jakarta - Demam Rafael Leao benar-benar melanda Istanbul sejak kedatangannya di Galatasaray. Antusiasme suporter bahkan terlihat dari penjualan jersey sang pemain yang mencapai angka fantastis dalam waktu singkat.
Menurut La Gazzetta dello Sport, sebanyak 50.000 jersey Galatasaray dengan nama Rafael Leao telah terjual hanya dalam tiga hari. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi yang mengiringi kedatangan pemain asal Portugal tersebut.
Advertisement
Leao memang mendapat sambutan luar biasa sejak tiba di Turki. Sekitar 500 suporter mendatangi bandara, sementara video para penggemar yang mengerumuni mobil SUV yang membawanya beredar luas di media sosial.
Sambutan itu berlanjut di stadion ketika Leao mengambil bendera kelompok suporter garis keras (ultras) dan meneriakkan "Cimbom bom". Bahkan sebelum menjalani pertandingan pertamanya, eks pemain Milan tersebut sudah menjadi salah satu pusat perhatian baru di Istanbul.
Leao Disambut Bak Seorang Juara di Istanbul
Kedatangan Leao memberikan energi baru bagi Galatasaray dan para suporternya. Pemain berusia tersebut datang setelah melewati periode sulit di San Siro, ketika ia menghadapi cemoohan dan kritik tajam dari sebagian penggemar Milan.
Kini, situasinya berubah drastis di Istanbul. Leao justru mendapatkan sambutan bak seorang juara dan langsung menjadi idola baru, bahkan sebelum menunjukkan kemampuannya di lapangan bersama Galatasaray.
Leao juga terlihat kembali bersama Victor Osimhen, sahabat lamanya yang kini menjadi rekan satu tim. Keduanya memiliki perjalanan karier yang memiliki sejumlah kemiripan, mulai dari Lyon, menaklukkan Serie A, hingga akhirnya sama-sama melanjutkan perjalanan di Istanbul.
Kebersamaan Leao dan Osimhen menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi Galatasaray. Terlebih, video Osimhen yang mengucapkan terima kasih kepada pengacara Leao atas keberhasilan transfer tersebut semakin memperlihatkan kedekatan keduanya.
Jersey Nomor 27 Jadi Fenomena Baru
Antusiasme terhadap Leao tidak hanya terlihat dari sambutan di bandara dan stadion. Jersey Galatasaray dengan nama pemain bernomor punggung 27 itu bahkan dilaporkan telah terjual 50.000 buah hanya dalam tiga hari.
Jersey tersebut kini mulai banyak terlihat dikenakan warga di jalan-jalan Istanbul. Pemandangan itu mengingatkan pada situasi di Milan ketika Leao juga menjadi salah satu pemain dengan penjualan jersey tertinggi setelah membawa Milan meraih Scudetto.
Saat itu, Leao berada di posisi ketiga dalam daftar pemain Milan dengan penjualan jersey terbanyak, hanya di bawah Sandro Tonali dan Zlatan Ibrahimovic. Setelah Tonali pindah ke Newcastle dan Ibrahimovic pensiun, jersey nomor 10 milik Tonali menjadi salah satu yang paling banyak terlihat di Milan.
Kini, perhatian beralih kepada nomor 27 yang dikenakan Leao di Galatasaray. Sebelum menggunakan nomor tersebut, ia pernah mengenakan nomor 17 dan 10 bersama Milan, 14 dan 7 saat membela Lille, serta nomor 9 dan 93 ketika masih bermain untuk Sporting CP.