Dokter PPDS Undip Diduga Meninggal karena Dibully

Meninggalnya dr. Yuda menjadi perhatian setelah kabar mengenai dugaan bullying beredar di media sosial.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 02 September 2026, 13:05 WIB
RSUP Dr Kariadi dan Kampus Kompak Bantah Kematian Mahasiswi PPDS Undip Dipicu Bullying, Disebut Meninggal Akibat DBD

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Semarang membantah keras kabar yang mengaitkan kematian mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), dr. Yudha Nabella Prameswari, dengan dugaan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran.

Bantahan tersebut disampaikan manajemen rumah sakit menyusul beredarnya informasi yang menyebut almarhumah menjadi korban bullying sebelum meninggal dunia.

Staf Humas RSUP Dr Kariadi Semarang, Aditya Kandu Warendra mengatakan, dr. Yuda sebelumnya memang dalam kondisi sakit. Bahkan sempat menjalani perawatan di ruang ICU Garuda RSUP Karyadi pada Agustus 2026.

“Informasi awal memang almarhumah itu kondisi sakit dan terus sempat dirawat di ICU Garuda pada Agustus. Yang bersangkutan meninggal pada 28 Agustus 2026,” ujar Aditya Kandu Warendra pada Selasa (1/9/2026).

Aditya kembali menegaskan bahwa tidak benar kabar yang menyebut dr. Yuda meninggal dunia akibat praktik bullying di lingkungan pendidikan kedokteran.

“Kalau kami lihat di data riwayat pemeriksaan di RSUP Dr Kariadi itu, (Yuda Nabella Prameswari) memang terdiagnosis sakit,” tutur Aditya.

Aditya juga menjelaskan bahwa dr. Yuda merupakan mahasiswa PPDS junior semester satu. Saat itu, almarhumah masih menjalani pembelajaran di ruang kelas dan belum diperbolehkan mengikuti praktik klinis di rumah sakit.

“PPDS junior, dia (Yuda Nabella Prameswari) belum dilepaskan untuk praktik di stase, klinik-klinik, poliklinik, rawat inap. Masih pembelajaran dalam kelas,” ungkapnya.

Undip Bantah Bullying

Meninggalnya dr. Yuda menjadi perhatian setelah kabar mengenai dugaan bullying beredar di media sosial.

Tidak hanya RSUP Dr Kariadi yang menepis dugaan tersebut. Pihak manajemen Undip juga memberikan penjelasan mengenai kondisi dr. Yuda sebelum meninggal dunia.

Rumor yang mencuat melalui sejumlah unggahan di media sosial itu menyinggung relasi antara senior dan junior di lingkungan pendidikan dokter spesialis.

Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, dr. Yuda meninggal setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi akibat demam berdarah.

“Berdasarkan laporan resmi yang diterima, dr Yuda meninggal setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi akibat demam berdarah,” ujar Nurul Hasfi.

Nurul menjelaskan, dr. Yuda dinyatakan meninggal pada 28 Agustus 2026 pukul 19.06 WIB di ruang ICU RSUP Dr Kariadi. Sebelumnya, dia telah menjalani perawatan selama 15 hari.

Selama menjalani perawatan, kata Nurul, dr. Yuda juga didampingi oleh keluarga serta pihak Departemen dan Program Studi Undip.

“Berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi karena sakit Demam Berdarah,” tandasnya.

Dr. Yuda merupakan mahasiswa PPDS semester satu Program Studi Kedokteran Jiwa Undip angkatan ke-85. Dia tercatat mulai mengikuti pendidikan pada 16 Juli 2026.

Nurul mengungkapkan, almarhumah saat itu masih berada dalam tahap orientasi dan baru menjalani perkuliahan sekitar satu setengah bulan.

Pada tahap tersebut, dr. Yuda masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kelas dan belum menjalani praktik di rumah sakit.

Meski demikian, Undip tidak mengabaikan isu dugaan bullying yang berkembang. Pihak universitas menyatakan tengah melakukan klarifikasi internal untuk memperoleh gambaran secara lengkap dan objektif mengenai informasi tersebut.

“Undip saat ini tetap terus mengawal isu ini dengan melakukan klarifikasi internal. Hal itu untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang, serta memperoleh gambaran yang lengkap dan objektif mengenai dugaan tersebut,” terang Nurul.

Undip juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan RSUP Dr Kariadi dalam proses klarifikasi tersebut.

“UNDIP termasuk Fakultas Kedokteran terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya