Bulog Keluarkan Beras untuk Bencana, Cadangan Nasional Masih 4,9 Juta Ton

Bulog memastikan pihaknya siap menghadapi ancaman El Nino.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 01 September 2026, 20:41 WIB
Konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog menegaskan stok beras nasional masih mencapai sekitar 4,969 juta ton setelah Bulog menyalurkan cadangan beras untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Stok tersebut menjadi bantalan pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras menjelang ancaman El Nino.

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok nasional saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan volume beras yang dikirim untuk mendukung penanganan bencana. Bulog sebelumnya memiliki stok sekitar 5,4 juta ton sebelum mengalokasikan sekitar 1 juta ton untuk kebutuhan bantuan pangan.

“Ini belum ada apa-apanya, belum ada sepersepuluhnya dari stok kita hari ini. Stok nasional totalnya 4,9 juta ton, hampir 5 juta ton,” kata Rizal dalam konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).

Bulog mencatat pengiriman beras untuk mendukung penanganan bencana mencapai 67.796 ton. Rizal mengatakan volume tersebut masih relatif kecil dibandingkan stok beras nasional yang tersedia.

Bulog juga memastikan penyaluran bantuan pangan tetap berjalan di wilayah NTT yang tidak terdampak bencana. Bulog telah menyalurkan lebih dari 5.000 ton beras kepada masyarakat di wilayah NTT yang tidak terdampak bencana melalui mekanisme penyaluran normal.

Rizal mengatakan kondisi tersebut menunjukkan penanganan bencana tidak menghentikan distribusi pangan kepada masyarakat di wilayah lain. Bulog tetap menjalankan penyaluran bantuan pangan sekaligus menjaga ketersediaan stok nasional.

“Masyarakat tanah air tidak perlu bimbang dan ragu menghadapi nanti El Nino yang katanya El Nino Godzilla,” ujar Rizal.

Bulog akan menggunakan stok nasional sebagai instrumen untuk menjaga ketersediaan beras apabila El Nino berdampak terhadap produksi pangan. Pemerintah juga dapat menggunakan cadangan tersebut untuk menjaga stabilitas harga apabila terjadi tekanan pasokan di pasar.

Tembus Daerah Terisolasi di NTT, Bulog Kerahkan Motor Hingga Helikopter

Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Sebelumnya, Perum Bulog mengandalkan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga helikopter, untuk memastikan distribusi logistik tetap menjangkau wilayah terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ekstrem ini diambil akibat banyaknya akses jalan yang retak dan terputus akibat tanah longsor.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa dampak gempa bumi terparah di NTT melanda wilayah utara, khususnya Kabupaten Manggarai dan Ende.

"Saudara-saudara kita di sana mengalami kendala karena akses jalan banyak yang rusak dan tertutup longsor," ungkap Ahmad Rizal dalam konferensi pers Update Penanggulangan Bencana Alam di NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Minggu (23/8/2026).

 

Bulog Bersinergi

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Menyikapi kondisi tersebut, Bulog bersinergi dengan Kemenko PMK, Kemendagri, TNI, Polri, hingga Babinsa untuk mendorong penyaluran logistik lewat jalur darat, laut, dan udara.

"Untuk jalur darat, petugas bahkan menggunakan sepeda motor karena mobil tidak bisa melintas di jalan yang retak-retak. Kami meminta bantuan TNI dan Polri menggunakan motor agar logistik sampai tepat di titik tujuan," tambah Ahmad Rizal.

Sementara untuk jalur udara, Bulog bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada helikopter dan pesawat perintis dikerahkan untuk menjangkau wilayah dengan landasan kecil yang terisolasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya