Liputan6.com, Islamabad - Hujan lebat pada musim monsun alias hujan monsun memicu banjir di sejumlah wilayah Islamabad dan Rawalpindi, Pakistan, pada Selasa (1/9/2026). Saluran air meluap hingga menggenangi jalan dan ruang bawah tanah, sementara sekolah dan lembaga pendidikan di Rawalpindi diliburkan setelah permukaan air di Nullah Lai naik hingga mencapai level berbahaya.
Pihak berwenang mengerahkan pompa penyedot air dan tim darurat ke sejumlah lokasi terdampak. Polisi lalu lintas memperingatkan pengendara agar mewaspadai ruas-ruas jalan yang tergenang.
Advertisement
Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) memperkirakan hujan lebat masih berpotensi menyebabkan banjir di kawasan perkotaan serta meningkatkan debit sungai dan saluran air di Islamabad dan Rawalpindi.
Pemerintah Islamabad mengatakan curah hujan mencapai 150 milimeter di kawasan E-11. Hujan deras membuat sebuah saluran air meluap hingga menggenangi jalan dan sejumlah ruang bawah tanah.
"Saluran air di E-11 telah penuh akibat hujan. Air meluap ke jalan dan masuk ke sejumlah ruang bawah tanah," bunyi pernyataan pemerintah setempat seperti dilaporkan Arab News.
Mereka menambahkan, ruang bawah tanah yang terdampak telah ditutup.
"Pejabat pemerintah distrik berada di lokasi dan proses penyedotan air sedang berlangsung," lanjut pernyataan tersebut. "Pompa penyedot air tambahan telah dikerahkan dan petugas kebersihan sedang melakukan penanganan di lokasi."
Pemerintah setempat mengatakan lalu lintas di jalan-jalan utama tetap berjalan. Operasi penyelamatan juga dilakukan setelah sebuah tembok pelindung roboh di kawasan D-12/2. Pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Polisi Lalu Lintas Islamabad secara terpisah mengimbau pengendara menyediakan waktu lebih banyak untuk perjalanan dan mengurangi kecepatan karena genangan air di sejumlah ruas jalan dapat menghambat lalu lintas.
"Warga sebaiknya berangkat lebih awal," kata polisi. "Saat hujan, kurangi kecepatan mobil dan sepeda motor serta jaga jarak aman dengan kendaraan di depan."
Hari Libur Akibat Hujan Lebat
Di Rawalpindi, pihak berwenang meliburkan seluruh lembaga pendidikan di kota tersebut karena permukaan air di Nullah Lai terus naik.
"Mengingat hujan lebat di Kota Rawalpindi dan terus naiknya permukaan air di Nullah Lai, seluruh lembaga pendidikan di wilayah Kota Rawalpindi diliburkan," kata pemerintah setempat melalui unggahan di media sosial.
Dalam pemberitahuan resmi terpisah, pemerintah Distrik Rawalpindi menetapkan Selasa sebagai hari libur lokal. Namun, instansi, lembaga, dan otoritas yang menangani keadaan darurat tetap beroperasi.
PMD sebelumnya telah memperingatkan pada Senin (31/8) malam bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi menggenangi daerah-daerah rendah di Islamabad dan Rawalpindi, serta sejumlah kota lainnya, sepanjang Senin malam hingga Selasa.
Hujan kali ini terjadi di tengah musim monsun yang telah menelan banyak korban jiwa di Pakistan.
Data Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Pakistan (NDMA) untuk periode 26 Juni hingga 31 Agustus menunjukkan 175 orang meninggal dan 500 lainnya terluka dalam berbagai kejadian terkait hujan di seluruh negeri.
Provinsi Khyber Pakhtunkhwa mencatat korban meninggal terbanyak, yakni 70 orang, disusul Punjab dengan 61 korban dan Sindh sebanyak 17 korban.
Menurut data NDMA, rumah ambruk menyumbang 48,6 persen dari seluruh korban meninggal. Tenggelam dan banjir bandang menjadi penyebab utama jatuhnya korban jiwa.
PMD memperkirakan hujan akan turun di sejumlah wilayah hingga 5 September, terutama di daerah hulu sungai-sungai utama, Punjab bagian utara, dan Khyber Pakhtunkhwa bagian utara.
Debit sungai-sungai utama dan saluran air yang terhubung dengannya juga diperkirakan meningkat.