Salim Group Ambil Alih Saham Keppel di Bisnis Data Center Indonesia

Salim Group mengambil alih kepemilikan Keppel di IndoKeppel Data Centres dan meluncurkannya kembali sebagai IndoData Data Center.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 September 2026, 15:30 WIB
Ilustrasi Cata Center. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Salim Group mengambil alih kepemilikan Keppel Data Centres dalam perusahaan patungan pusat data di Indonesia. Setelah transaksi tersebut, perusahaan yang sebelumnya bernama IndoKeppel Data Centres diluncurkan kembali dengan nama IndoData Data Center dan kini sepenuhnya dimiliki Salim Group.

Dikutip dari datacenterdynamics, Selasa (1/9/2026), IndoData mengumumkan perubahan tersebut pada pekan ini. Salim Group diketahui telah membeli kepemilikan Keppel pada Desember 2025. Namun, nilai transaksi dan ketentuan kesepakatan tidak diungkapkan kepada publik.

Kerja sama antara Salim Group dan Keppel untuk mengembangkan pusat data di Indonesia pertama kali diumumkan pada 2018. Proyek tersebut dibangun di Bogor, Jawa Barat.

Pusat data itu semula ditargetkan beroperasi pada 2020. Namun, peluncurannya tertunda akibat pandemi Covid-19. Fase pertama IndoKeppel Data Centre 1 (IKDC 1) dengan kapasitas 5 megawatt (MW) akhirnya mulai beroperasi pada 2022.

Setelah berganti nama menjadi IndoData, perusahaan menyatakan telah mengamankan kapasitas daya hingga 500 MW berdasarkan kontrak dengan PT PLN (Persero).

“Visi kami adalah menjadi mitra tepercaya dalam menyediakan infrastruktur digital yang berkelanjutan, andal, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan—membantu pelanggan kami berkembang dengan cepat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berkelanjutan,” kata IndoData melalui LinkedIn.

Visi tersebut menegaskan fokus IndoData untuk menyediakan infrastruktur digital yang andal dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

IndoData Tambah Kapasitas 6 MW untuk Klien Hyperscale

Ilustrasi Cata Center. (Gambar by AI)

Di bawah kepemilikan penuh Salim Group, IndoData juga terus memperluas kapasitas fasilitas pusat datanya.

Managing Director IndoData Ronald Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IndoKeppel Data Centres, mengumumkan perusahaan telah menyelesaikan dan menyerahkan tambahan 6 MW kapasitas beban teknologi informasi (IT load) di fasilitas tersebut.

“Ekspansi built-to-suit ini dikembangkan untuk salah satu klien hyperscale kami yang sudah ada. Hal ini mencerminkan kepercayaan mereka yang terus berlanjut terhadap kemampuan IndoData dalam menyediakan infrastruktur pusat data yang andal, skalabel, dan berkinerja tinggi,” kata Ronald.

Ekspansi tersebut dibangun secara khusus (built-to-suit) untuk salah satu klien hyperscale yang telah menjadi pelanggan perusahaan.

Ronald menilai proyek tersebut mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan IndoData menyediakan infrastruktur pusat data yang andal, fleksibel untuk dikembangkan, serta memiliki performa tinggi.

 

Bisnis Salim Group

Salim Group sendiri memiliki portofolio bisnis yang luas. Grup yang dimiliki Anthoni Salim tersebut juga memiliki kepentingan di sektor pusat data melalui kepemilikan saham di DCI Indonesia.

Selain itu, perusahaan investasi Salim Group yang tercatat di Bursa Hong Kong, First Pacific, mengendalikan perusahaan telekomunikasi Filipina PLDT.

Didirikan pada 1972, Salim Group memiliki sejumlah bisnis besar di Indonesia, termasuk Indofood, Indomobil, Indomaret, dan Bogasari.

Pengambilalihan kepemilikan Keppel membuat Salim Group kini memiliki kendali penuh atas IndoData, sekaligus memperkuat portofolionya di sektor infrastruktur digital dan pusat data yang terus berkembang di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya