Target Transaksi Rp 16 Triliun di JITEX 2026, Investor Asing Jadi Incaran

Hippindo juga menggaet investor asing dari China dan Makau untuk mendukung JITEX 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 01 September 2026, 14:51 WIB
Konferensi pers JITEX di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Foto: Liputan6.com/Winda N)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) membidik transaksi bisnis hingga Rp 14,5 triliun melalui Jakarta International Trade, Tourism, and SME Expo (JITEX) 2026.

Ketua Hippindo Budiharjo Iduansjah menyatakan, target tersebut mengacu pada nilai business matching yang dicatat dalam penyelenggaraan tahun sebelumnya. Selain itu, upaya menarik investor asing juga dilakukan dengan membawa ratusan pengusaha Indonesia ke sejumlah forum bisnis internasional.

"Targetnya kita kira-kira Rp 16 triliun tahun ini. Itu dari investasi yang kita harapkan bisa kita potensi,” kata Budi dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, dalam konferensi pers JITEX, Selasa (1/9/2026).

Budiharjo menyebut, pihaknya bersama rombongan sekitar 180 pengusaha akan berangkat ke Guangzhou, China. Agenda tersebut salah satunya untuk membuka peluang investasi dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor.

Dia mengatakan terdapat sejumlah calon investor dari China yang telah menunjukkan minat untuk bertemu dengan pemerintah. Sektor yang disebut antara lain perusahaan air minum, telekomunikasi, dan manufaktur.

“Contohnya seperti perusahaan air minum itu dari Pemerintah China sudah ingin bertemu, dan juga ada telekomunikasi, ada pabrik,” kata Budiharjo.

Selain itu, ia menyebut sekitar 55 pengusaha dari Makau hadir di Jakarta untuk mengikuti agenda pertemuan bisnis. Delegasi dari China dan Malaysia juga disebut datang dalam rangka membuka peluang kerja sama.

Budiharjo menyampaikan upaya itu merupakan bagian dari strategi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global sekaligus tujuan ekonomi utama Indonesia. Dia menilai aktivitas bisnis dan masuknya delegasi asing dapat menciptakan traffic yang berdampak terhadap sektor perdagangan dan jasa di Jakarta.

“Karena kami ingin Kota Jakarta sebagai kota global itu benar-benar menjadi tujuan ekonomi Indonesia. Lokomotifnya di Jakarta,” ucapnya.

 

 

Tanpa APBD

JITEX 2026

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo mengatakan JITEX 2026 merupakan kolaborasi Pemprov DKI, khususnya Dinas PPKUKM, dengan Hippindo. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga JITEX dan untuk pertama kalinya acara tersebut diselenggarakan oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.

“Dan ternyata yang creative financing tidak hanya Pemprov DKI. Pihak privat sektor juga membantu creative financing, dan kami mengapresiasi itu,” kata Yustinus.

Yustinus berharap JITEX tidak hanya menjadi agenda pertemuan bisnis, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur dampak kegiatan ekonomi serta memperkuat kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha.

Dia menyebut perekonomian DKI Jakarta tumbuh 5,52 persen pada kuartal II, sementara kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32 %. Sektor perdagangan besar dan eceran disebut berkontribusi 18,24%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya