Liputan6.com, Jakarta - Dunia SUV bergaya kotak atau boxy kembali diramaikan dengan kemunculan sosok baru. iCar V25 kedapatan tengah wara-wiri di Malaysia dengan balutan kamuflase tipis.
Kemunculan tersebut menarik perhatian karena iCar V25 bukan sekadar versi lain dari iCar V23. SUV terbaru besutan Chery Group ini hadir dengan dimensi yang jauh lebih panjang, sekaligus membawa konfigurasi teknologi elektrifikasi yang berbeda.
Advertisement
Mengutip laman Paultan, Selasa (1/9/2026), bodi iCar V25 disebut melar hingga 41,6 cm dibandingkan model yang menjadi basisnya. Penambahan dimensi tersebut membuat proporsinya terlihat lebih mendekati jip 4x4 konvensional.
Dari sisi tampilan, iCar V25 tetap mempertahankan karakter SUV retro dengan bentuk bodi serba kotak. Namun, sejumlah detail mendapatkan penyegaran.
Bagian belakang kini dilengkapi semacam "ransel" penyimpanan. Sementara itu, sektor pencahayaan mengusung lampu dengan DRL berbentuk lingkaran yang memberikan nuansa klasik.
Tak hanya soal tampilan, ruang kabinnya juga mendapatkan perhatian. Baris kedua dibuat lebih lapang sehingga dapat menampung tiga penumpang dewasa dengan lebih nyaman.
Daya tarik utama iCar V25 justru berada di balik kap mesin. Berbeda dari SUV listrik murni, model ini menggunakan sistem Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Dalam konfigurasi tersebut, roda iCar V25 sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik ganda. Sistem penggeraknya menghasilkan tenaga mencapai 455 PS dengan torsi maksimum 505 Nm.
Dengan output tersebut, SUV bergaya boxy ini diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 5,9 detik.
Tenaga besar tersebut dipasok oleh baterai LFP berkapasitas 33,6 kWh. Dalam kondisi baterai penuh, iCar V25 mampu melaju menggunakan tenaga listrik sejauh 170 km berdasarkan standar WLTP.
Lantas, apa yang terjadi ketika daya baterai mulai menipis? Di sinilah sistem REEV menunjukkan keunggulannya. iCar V25 dibekali mesin bensin 1.5 liter turbo yang tidak bertugas menggerakkan roda secara langsung.
Mesin tersebut berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian memasok energi ke sistem penggerak kendaraan.
Dengan kata lain, roda tetap digerakkan oleh motor listrik. Mesin bensin hanya bekerja sebagai sumber pembangkit listrik ketika diperlukan.
Kombinasi tersebut membuat iCar V25 dapat menawarkan sensasi berkendara mobil listrik, sekaligus mengurangi kekhawatiran mengenai jarak tempuh ketika digunakan untuk perjalanan jauh.
Secara keseluruhan, jarak tempuhnya bahkan diklaim dapat mencapai lebih dari 1.200 km dalam kondisi tangki bahan bakar terisi penuh.
REEV Jadi Jalan Tengah Mobil Listrik dan Bensin
Penggunaan teknologi REEV pada iCar V25 menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tengah pasar otomotif yang masih menghadapi tantangan dalam transisi menuju kendaraan listrik.
Pengemudi tetap mendapatkan karakter khas mobil listrik berupa respons tenaga yang instan dan tingkat keheningan yang tinggi. Di sisi lain, mesin bensin berperan sebagai "safety net" ketika perjalanan dilakukan jauh dari infrastruktur pengisian daya.
Konfigurasi tersebut juga berpotensi memberikan keuntungan bagi konsumen yang ingin menggunakan mobil listrik untuk aktivitas harian, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas ketika melakukan perjalanan antarkota atau menjelajah wilayah dengan fasilitas pengisian daya terbatas.
Bagi sebuah SUV yang mengusung tema petualangan, fleksibilitas tersebut menjadi semakin relevan. Pengguna tidak harus sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya ketika membawa kendaraan ke wilayah terpencil.
Kemunculan iCar V25 di Malaysia sekaligus menjadi sinyal menarik bagi perkembangan pasar SUV petualang di Asia Tenggara.
Desain retro bergaya boxy dipadukan dengan sistem penggerak listrik bertenaga besar dan mesin pembangkit berbahan bakar bensin membuat iCar V25 memiliki formula yang berbeda dari SUV konvensional.
Jika nantinya benar-benar dipasarkan lebih luas di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, iCar V25 berpotensi menjadi salah satu penantang baru di segmen SUV bergaya petualang.
Perpaduan desain klasik, performa motor listrik dan fleksibilitas teknologi REEV membuat kehadirannya layak dinantikan. Tinggal menunggu langkah Chery selanjutnya untuk membawa SUV ini ke pasar yang lebih luas.