Perakitan SUV Listrik Lexus di China Segera Dimulai

Toyota dikabarkan akan mulai produksi SUV listrik generasi terbaru Lexus di CHINA. Kapan akan dimulai?

oleh Arief AszhariDiterbitkan 01 September 2026, 18:11 WIB
Lexus TZ Debut, SUV Listrik 3 Baris Mewah dengan Jarak Tempuh 483 Km (ArenaEV)

Liputan6.com, Jakarta - Toyota bersiap mengambil langkah besar dalam strategi kendaraan listrik globalnya. Pabrikan asal jepang ini, dikabarkan akan mulai produksi SUV listrik generasi terbaru Lexus di China pada paruh kedua 2027.

Disitat cnEVpost, keputusan ini menjadi langkah besar bagi Toyota, karena untuk pertama kalinya mobil listrik generasi terbarunya diproduksi terlebih dahulu di luar Jepang.

Strategi ini, juga menunjukan semakin besarnya peran Tiongkok sebagai pusat pengembangan dan produksi mobil listrik dunia.

SUV listrik anyar Lexus ini, bakal dirakit di pabrik yang sepenuhnya dimiliki Toyota di Shanghai. Menurut laporan Asia Nikkei, kapasitas produksi pada tahun pertama ditargetkan sekitar 1.000 unit per bulan atau setara 12.000 unit per tahun.

Meski angka tersebut baru sekitar 12 persen dari kapasitas penuh pabrik yang mencapai 100.000 unit per tahun, Toyota disebut akan meningkatkan produksinya secara bertahap. Mulai 2028, produksinya ditargetkan meningkat hingga puluhan ribu unit.

Salah satu daya tarik utama SUV listrik Lexus ini, adalah penggunaan teknologi Gigacast atau pengecoran aluminium berukuran besar.

Teknologi tersebut memungkinkan beberapa bagian struktur bodi dibuat dalam satu kali cetakan, sehingga jumlah komponen dan proses perakitan dapat dikurangi secara signifikan.

Selain proses produksi yang dibuat lebih sederhana, Gigacast juga diklaim mampu memangkas bobot beberapa struktur bodi hingga sekitar 20 persen.

Manfaatkan Rantai Pasok Lokal

Pengurangan bobot tersebut berpotensi meningkatkan jarak tempuh dalam sekali pengisian daya, memperkuat bodi, sekaligus mempercepat proses manufaktur kendaraan.

Toyota juga disebut akan memanfaatkan rantai pasok lokal China yang kuat di sektor baterai, motor listrik, dan komponen kabin pintar untuk meningkatkan daya saing global.

Strategi ini dinilai dapat mempercepat pengembangan produk, sekaligus menekan biaya produksi di tengah ketatnya persaingan kendaraan listrik di pasar terbesar dunia tersebut.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya