2 September 1930: Pilot Prancis Cetak Sejarah, Terbang Nonstop ke AS

Berapa lama waktu penerbangan Eropa ke AS pertama pada 2 September 1930?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 02 September 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Pesawat pada 2 September 1930 (Pixabay)

Liputan6.com, Washington D.C - Dua pilot asal Prancis, Kapten Dieudonne Coste dan Maurice Bellonte, mencetak sejarah penerbangan pada 2 September 1930 setelah berhasil melakukan penerbangan nonstop dari Prancis ke Amerika Serikat.

Dikutip dari MSN.com, Rabu (2/9/2026), Coste dan Bellonte mendarat di Curtiss Field, Valley Stream, New York, setelah menghabiskan lebih dari 37 jam di udara. Mereka menempuh perjalanan sejauh 5.913 kilometer tanpa melakukan pendaratan di tengah perjalanan.

Keduanya memulai penerbangan dari Bandara Le Bourget, Paris, pada 1 September 1930 pukul 10.54 waktu setempat. Mereka menggunakan pesawat Breguet Br. 19 TF Super Bidon yang telah dimodifikasi khusus untuk penerbangan transatlantik.

Pesawat tersebut diberi nama "Point d'Interrogation" atau "Tanda Tanya". Nama itu berkaitan dengan kerahasiaan salah satu pihak yang mendanai penerbangan tersebut, yakni perusahaan parfum Coty.

Dengan cat merah terang dan simbol tanda tanya besar pada badan pesawat, Point d'Interrogation sebenarnya bukan pesawat yang sejak awal dirancang untuk penerbangan jarak jauh. Breguet Br. 19 sebelumnya digunakan sebagai pesawat serbaguna, termasuk untuk misi pengintaian dan pengeboman.

Pesawat tersebut ditenagai mesin Lorraine 12Ed Courlis W-12 berpendingin cairan dengan tenaga 450 daya kuda. Dalam konfigurasi standar, Breguet Br. 19 mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 214 kilometer per jam dengan ketinggian operasional hingga 7.193 meter.

Pesawat itu juga awalnya dilengkapi persenjataan, termasuk satu senapan mesin Vickers yang mengarah ke depan serta dua senapan mesin Lewis di bagian belakang.

Untuk penerbangan transatlantik tersebut, pesawat dimodifikasi secara khusus, terutama untuk meningkatkan kapasitas bahan bakar dan memperpanjang jarak tempuhnya.

Setelah menempuh perjalanan selama 37 jam, 18 menit, dan 30 detik, Coste dan Bellonte akhirnya mendarat di Curtiss Field pada 2 September 1930 pukul 18.12 waktu setempat.

Kedatangan mereka disambut sekitar 25 ribu orang. Sejumlah tokoh penerbangan juga hadir, termasuk penerbang terkenal Amerika Serikat, Charles Lindbergh.

Keberhasilan tersebut mendapat perhatian besar di berbagai negara. Presiden AS saat itu, Herbert Hoover, bahkan mengirimkan surat ucapan selamat kepada Presiden Prancis Gaston Doumergue.

Dalam surat tersebut, Hoover menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Coste dan Bellonte melakukan penerbangan langsung dari Prancis ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

Penerbangan tersebut kemudian dipandang sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan penerbangan transatlantik. Keberhasilan Coste dan Bellonte membuktikan bahwa penerbangan nonstop dari Eropa menuju Amerika Utara melalui Samudra Atlantik dapat dilakukan tanpa harus berhenti di tengah perjalanan.

Peristiwa tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara Prancis dan Amerika Serikat serta membuka babak baru dalam perkembangan penerbangan jarak jauh lintas Atlantik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya