Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan prediksi optimistis mengenai masa depan Bitcoin (BTC).
Zhao meyakini harga Bitcoin pada akhirnya akan mencapai US$ 1 juta. Namun, menurut dia, investor tidak perlu menunggu hingga 25 tahun untuk melihat harga tersebut terwujud.
Advertisement
"Saya pikir Bitcoin mencapai US$ 1.000.000 akan menjadi hal yang baik. Dan itu akan terjadi," ujar mantan CEO Binance tersebut dikutip dari cryptopotato, Selasa (1/9/2026).
Changpeng Zhao kemudian menegaskan bahwa target tersebut berpotensi tercapai jauh lebih cepat.
"Saya rasa kita tidak membutuhkan waktu 25 tahun. Saya pikir itu akan terjadi jauh lebih cepat."
Pernyataan tersebut disampaikan Zhao dalam sesi bertajuk "The Bitcoin Century" yang digelar pada hari pertama konferensi selama dua hari di Hong Kong Convention and Exhibition Center.
Sesi tersebut dipandu Kevin Follonier, pembawa acara When Shift Happens.
Selain memprediksi Bitcoin mencapai US$ 1 juta, Zhao juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi Bitcoin dibandingkan emas.
Menurut dia, Bitcoin pada akhirnya akan menjadi aset yang lebih penting daripada emas. Meski prosesnya membutuhkan waktu, Zhao yakin perubahan tersebut akan terjadi.
Bitcoin Disebut Bisa Kalahkan Emas
"Untuk saat ini, saya yakin Bitcoin akan menjadi lebih penting daripada emas. Ini akan membutuhkan waktu, tetapi itu akan terjadi," ujar Zhao.
Ia memperkirakan kapitalisasi pasar emas saat ini sekitar 10 kali lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Namun, Zhao melihat kondisi tersebut dapat berubah seiring semakin banyaknya aset digital yang masuk ke dalam cadangan strategis suatu negara.
Ia memperkirakan alokasi cadangan pemerintah nantinya akan semakin bergeser ke aset digital. Dalam pandangannya, Bitcoin dapat menyumbang lebih dari 50% kepemilikan kripto strategis, bersama Ethereum (ETH) dan BNB.
Di sisi lain, pergerakan harga Bitcoin saat ini masih menghadapi tantangan.
Berdasarkan data Coin Metrics, Bitcoin ditutup di bawah level US$ 65.000 pada 18 Agustus dan US$ 79.000 pada 28 Agustus. Level tersebut masih jauh di bawah harga tertinggi Bitcoin pada Oktober 2025 yang pernah menembus US$ 126.000.
Meski demikian, CryptoQuant dalam laporan 25 Agustus menyebut Bitcoin berpotensi memasuki fase bull market baru.
Indikator Bull Score CryptoQuant meningkat menjadi 80 dari sebelumnya 30. Konfirmasi tren tersebut dinilai akan semakin kuat jika Bitcoin mampu mencatatkan penutupan harian di atas rata-rata pergerakan 365 hari, yang berada di sekitar US$ 83.000.
Bagi investor pemula, bull market secara sederhana merupakan periode ketika harga aset cenderung mengalami kenaikan dan sentimen pasar lebih optimistis.
Bitcoin Masih Hadapi Tekanan Pasar Kripto
Media South China Morning Post melaporkan pernyataan Zhao mendapat sambutan berupa tepuk tangan dan sorakan dari banyak peserta konferensi.
Optimisme tersebut muncul ketika pasar kripto masih menghadapi tekanan. Di tengah kondisi tersebut, modal dan talenta di industri teknologi juga disebut mulai banyak bergerak menuju sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Zhao turut memberikan pandangan mengenai perkembangan regulasi aset kripto di sejumlah negara.
Ia menyebut aturan kripto di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai "yang paling progresif". Sementara itu, Hong Kong dinilai "bergerak cukup cepat" dalam mengembangkan ekosistem aset digital.
Zhao juga mengklaim dirinya turut memberikan "sedikit advokasi" dalam mendorong pengakuan Bitcoin di UEA sebagai penyimpan nilai (store of value).
Di luar pandangannya mengenai Bitcoin, Zhao memiliki perjalanan hukum yang turut menjadi perhatian.
Pada 2023, Zhao mengaku bersalah atas tuduhan pelanggaran aturan anti-pencucian uang di Amerika Serikat. Ia kemudian menjalani hukuman penjara selama empat bulan pada 2024.
Pada Oktober 2025, Zhao menerima pengampunan presiden dari Donald Trump.
Ia kembali ke Amerika Serikat pada Februari 2026 untuk menghadiri acara kripto di Mar-a-Lago yang diselenggarakan World Liberty Financial, perusahaan yang didukung keluarga Trump.