Upaya Kementerian PU Menangani Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Jambi

Kementerian PU memperkuat penanganan Karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Agustus 2026, 10:16 WIB
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Jambi terus diperkuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU). Hal ini seiring Kementerian PU memperkuat penanganan karhutla di tengah musim kemarau dan sejumlah wilayah.

Menteri PU, Dody Hanggodo menuturkan, Kementerian PU meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan melalui koordinasi lintas sektor serta pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya yang tersedia.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," ujar Dody dikutip dari Antara, Senin, (31/8/2026).

Kementerian PU terus memperkuat penanganan karhutla di tengah musim kemarau dan kekeringan di sejumlah wilayah. Dukungan berupa penyediaan air dan sarana pendukung dilakukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Batanghari, Jambi.

Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara membantu penanganan kebakaran di Kecamatan Sambaliung di Kabupaten Berau.

Dukungan penanganan dilakukan di kawasan Sei Bebanir Bangun, RT 13, Jalan Poros Bangun, dan Limunjan, Sungai Buntu. Luas area terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare di lokasi pertama dan 2 hektare di lokasi kedua, dengan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan.

 

Kerahkan Kendaraan Operasional

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo di Kementerian PU, Jumat (6/3/2026). (Liputan6.com/Christian)

Kementerian PU mengerahkan kendaraan operasional untuk mendukung penyediaan air dan pemadaman bersama BPBD Kabupaten Berau, Manggala Agni, Damkarmat, TNI, Polres Berau, Berau Coal, PMI, KPHP, serta masyarakat.

Kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 18.30 Wita dan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau.

Sementara di Kota Palangka Raya, BWS Kalimantan II membantu pemadaman karhutla di Jalan Nyalun Menteng, Kecamatan Jekan Raya, yang diperkirakan meliputi area sekitar 7,23 hektare.

BWS Kalimantan II mengerahkan personel dan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter untuk memasok air bagi armada pemadam kebakaran. Air berasal dari Perumdam Tirta Bahalap Palangka Raya dan digunakan untuk pengisian ulang armada agar pemadaman berlangsung berkelanjutan.

Kondisi panas, kabut asap, dan vegetasi yang mengering meningkatkan potensi penyebaran api. Berkat penanganan terpadu, api berhasil dipadamkan dan dilokalisir sehingga tidak meluas.

 

Pemboran Sumur Air Tanah

Kementerian PU melalui BWS Sumatera VI juga mendukung penanganan karhutla di kawasan Tahura Senami/Sultan Thaha Saifuddin, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Dalam operasi pemadaman dan pendinginan, BWS Sumatera VI bekerja bersama Manggala Agni, TNI Koramil 04 Muara Bulian, Polsek Muara Bulian, Satgas Karhutla Provinsi Posko 6 Tahura, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan BPBD Kabupaten Batanghari.

BWS Sumatera VI mengerahkan satu unit dump truck, dua pompa robin, dua selang pemadam, dua selang hisap, serta tiga Tangki Air portable berkapasitas total 3.000 liter. Ketersediaan air dijaga melalui pengisian ulang dari sumber terdekat.

Selain mendukung operasi di lapangan, BWS Sumatera VI melakukan pemboran sumur air tanah di dua lokasi untuk menambah sumber air, terutama saat ketersediaan air permukaan terbatas akibat musim kemarau.

Secara keseluruhan, operasi juga didukung satu unit mobil angkut Manggala Agni Daops Sumatera X Muara Bulian, tiga mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dari DLH, Manggala Agni, dan BPBD, empat set peralatan pemadaman, peralatan pemadam manual, serta satu unit GPS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya