Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) resmi meluncurkan fase 3 (Landrush) untuk pendaftaran domain .ai.id.
Kehadiran ekstensi ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai country code Top Level Domain (ccTLD) pertama di dunia yang dirancang khusus untuk mempertegas identitas digital ekosistem kecerdasan buatan (AI) suatu negara.
Advertisement
"Fase Landrush adalah momentum terbuka bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari identitas digital AI Indonesia, tidak terbatas pada pemegang merek dagang atau registran .id semata," ujar Ketua Umum KORIKA, Prof. Hammam Riza, dikutip Minggu (30/8/2026).
Berlangsung mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026, fase Landrush menjadi momen krusial keterbukaan domain .ai.id.
Sebelumnya, akses pendaftaran terbatas pada pemilik merek dagang terdaftar (fase Sunrise) dan pemilik domain .id eksisting (fase Grandfather).
Kini, domain .ai.id membuka kesempatan luas bagi publik global untuk mengamankan identitas digital berbasis AI dengan yurisdiksi Indonesia.
Langkah Strategis Domain .ai.id
Pendaftaran domain .ai.id bukan sekadar urusan alamat situs web, melainkan langkah strategis dalam membangun kedaulatan digital Indonesia di era AI.
Kombinasi kode bawaan AI dan entitas Indonesia (.id) memberikan nilai tawar tersendiri dari berbagai aspek:
- Kredibilitas & Identitas Lokal: Memberikan kepastian legalitas dan yurisdiksi Indonesia bagi entitas AI yang beroperasi di dalam negeri maupun pasar internasional.
- Aset Branding Bernilai Tinggi: Ekstensi .ai.id memberikan legitimasi instan bagi pelaku industri bahwa layanan yang ditawarkan secara spesifik berfokus pada teknologi kecerdasan artifisial.
- Menjangkau Ekosistem Luas: Potensi penggunaan domain ini didukung oleh basis ekosistem KORIKA yang menaungi lebih dari 198 startup AI dan 4.000 pelaku industri domestik.
Mekanisme Registrasi Fase Landrush
Berbeda dari fase eksklusif sebelumnya, fase Landrush berlaku untuk masyarakat umum di seluruh dunia dengan skema tarif premium.
Langkah ini bertujuan memberi ruang bagi individu, startup, hingga institusi untuk mengamankan nama domain strategis sebelum persaingan harian first come, first served dimulai pada fase General Availability, 5 Oktober 2026.
Untuk mendaftar, pemohon wajib melampirkan dokumen identitas yang sah secara hukum. KORIKA mengadopsi dua mekanisme klaim sesuai standar internasional:
- Klaim Tunggal: Jika hanya ada satu pemohon untuk nama domain tertentu, pendaftar dapat langsung mengamankan domain tersebut lebih awal.
- Klaim Ganda: Bila terdapat lebih dari satu pihak yang mengincar nama domain yang sama, penyelesaian dilakukan melalui lelang terbuka secara adil dan transparan.
Apresiasi untuk 500 Pendaftar Pertama
Guna mendorong adopsi awal domain .ai.id, KORIKA menghadirkan program Pioneer yang ditujukan bagi 500 pendaftar pertama pada fase Landrush. Para peserta terpilih berhak mendapatkan beragam insentif strategis.
- Status Early Adopter: Pengakuan resmi sebagai pendorong awal ekosistem domain .ai.id.
- Reward Finansial: Kesempatan mendapatkan apresiasi hingga Rp 1 juta.
- Showcase & Jejaring: Akses khusus untuk memamerkan produk AI serta terhubung langsung ke dalam jaringan ekosistem AI nasional.
Peluncuran .ai.id diklaim menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap memimpin pembentukan identitas digital AI yang terstruktur, aman, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.