Liputan6.com, Jakarta - 10 donatur individu terkaya dan miliarder di Amerika Serikat (AS) tercatat telah menggelontorkan dana hingga ratusan juta dolar AS, tepatnya sekitar US$ 734 juta atau Rp 13,03 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.760) untuk aliran dana kampanye berbagai kandidat dan komite politik jelang pemilu paruh waktu (midterm elections).
Data yang dihimpun The New York Times dan The Washington Post, sebagaimana dilansir Forbes lewat Yahoo, Minggu (30/8/2026) menunjukkan daftar donatur yang didominasi taipan teknologi, kripto, hingga hedge fund. Selain individu, sejumlah perusahaan besar seperti Coinbase, Crypto.com, dan platform taruhan olahraga DraftKings.
Advertisement
1. Marc Andreessen (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 1,9 miliar atau Rp 33,7 triliun)
Ia bersama rekan bisnisnya Ben Horowitz melalui perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz, telah menyumbang sekitar US$ 115,3 juta atau Rp 2 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.760) pada siklus pemilu ini menurut perhitungan The Times.
Dari jumlah tersebut, sumbangan pribadi Andreessen tercatat mencapai US$ 42,2 juta atau Rp 749,3 miliar, yang sebagian besar mengalir ke komite aksi politik (PAC) pendukung industri kripto dan kecerdasan buatan (AI), serta ke MAGA Inc., super PAS milik Presiden Donald Trump.
2. George Soros (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 7,5 miliar atau Rp 133,1 triliun)
Ia dan putranya, Alex Soros, menjadi donatur terbesar bagi kubu Demokrat. Keduanya menyalurkan total US$ 103,7 juta atau Rp 1,84 triliun kepada berbagai super PAC berafiliasi Demokrat, meski sumbangan pribadi George Soros untuk kandidat dan komite kampanye Demokrat tercatat kurang dari US$1 juta atau Rp 17,75 miliar.
Dari Yass hingga Adelson Ikut Beri Dukungan Besar
3. Jeff Yass (Estimasi Kekayaan Forbes: US$67,4 miliar atau Rp 1,19 kuadriliun)
Pendukung Trump ini menyumbang US$ 93,8 juta atau Rp 1,66 triliun. Sebagian besar dananya, sekitar US$ 20 juta atau Rp 355 miliar, digunakan untuk mendukung pencalonan Vivek Ramaswamy sebagai gubernur Ohio.
4. Elon Musk (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 876 miliar atau Rp 15,55 kuadriliun)
Orang terkaya di dunia ini tercatat menyumbang sekitar US$ 90,5 juta atau Rp 1,6 miliar, sebagian besar melalui America PAC miliknya sendiri. PAC tersebut disebut telah mendapat izin membelanjakan hingga US$ 120 juta atau Rp 2,13 triliun untuk mendukung kandidat Senat dan DPR di sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertarungan (battleground states) utama tahun ini.
5. Richard dan Elizabeth Uihlein (Estimasi Kekayaan Gabungan Forbes: US$ 7,7 miliar atau Rp 136,7 triliun)
Pasangan Uihlein yang selama ini dikenal sebagai donatur setia Partai Republik, menyumbang US$ 70 juta atau Rp 1,24 triliun, termasuk untuk mendukung pemilihan hakim dan kandidat DPR Wisconsin Jessi Ebben.
6. Miriam Adelson (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 33,8 miliar atau Rp 600 triliun)
Istri mendiang taipan kasino Sheldon Adelson mengucurkan US$ 67,6 juta atau Rp 1,2 triliun, dengan US$ 25 juta atau Rp 443,9 miliar di antaranya mengalir ke MAGA Inc., sementara US$ 40 juta atau Rp 710,2 miliar untuk mendukung kandidat Partai Republik.
Empat Nama Miliarder Menyusul sebagai Donatur
7. Chris Larsen (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 12,6 miliar atau Rp 223,7 triliun)
Salah satu pendiri Ripple Labs ini menyumbang total US$ 65,7 juta atau Rp 1,16 triliun bersama perusahaannya, menurut The Times. Dari jumlah tersebut, Larsen secara pribadi menyumbangkan US$ 15,2 juta atau Rp 269,89 miliar. Sebagian besar uangnya disalurkan untuk super PAC pro-kripto Fairshake, sementara sisanya untuk mendukung kandidat Demokrat yang mengusung isu energi bersih.
8. Paul Singer (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 6,7 miliar atau Rp 118,9 miliar)
Donatur Partai Republik ini menyalurkan US$ 52,5 juta atau Rp 932 miliar sejauh ini, termasuk US$ 15 juta atau Rp 266,3 miliar untuk super PAC baru bernama STW PAC Inc., yang disebut sepenuhnya dibiayai olehnya.
9. Cameron dan Tyler Winklevoss (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 2,9 miliar atau Rp 51,4 triliun)
Saudara kembar pendiri bursa kripto Gemini bersama perusahaan mereka Winklevoss Capital, menyumbang total US$ 42,7 juta atau Rp 758 miliar, sebagian besar untuk super PAC pro-kripto Digital Freedom Fund dan MAGA Inc.
10. Ken Griffin (Estimasi Kekayaan Forbes: US$ 53,2 miliar atau Rp 944,6 triliun)
Pendiri hedge fund ini menyumbang US$ 32,2 juta atau 571,74 miliar untuk mendukung kandidat Partai Republik, meski selama ini ia diketahui beberapa kali mengkritik pemerintahan Trump.
Di luar 10 besar, sejumlah nama tenar turut mengucurkan dana jumbo.
Miliarder Mana Lagi yang Menyumbang?
Presiden OpenAI Greg Brockman dan istrinya, Anna, tercatat menyumbang US$ 50 juta atau Rp 887,8 miliar untuk MAGA Inc. dan sebuah super PAC pendukung AI. Perusahaan milik miliarder Charles Koch, Koch Inc., juga menyumbang US$ 35 juta atau Rp 621,4 miliar, meski Koch pribadi hanya memberi sekitar US$ 17.000 atau Rp 301,8 juta.
Miliarder minyak Kelcy Warren tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar MAGA Inc., dengan total US $25 juta atau Rp 443,9 miliar yang diberikan pada Februari 2025. Sejumlah tokoh lain seperti pendiri Blackstone Stephen Schwarzman dan Administrator Small Business Administration Kelly Loeffler bersama suaminya Jeff Sprecher juga tercatat menyumbang dalam jumlah besar untuk super PAC yang sama.
Sementara itu, ahli waris keluarga Estée Lauder, Ron Lauder, menyumbang US$ 5 juta atau Rp 88,78 miliar kepada MAGA Inc. pada Maret 2025, meski belakangan dilaporkan mulai mengurangi keterlibatannya dalam pendanaan politik setelah puluhan tahun menjadi donatur utama Partai Republik.
Di kubu Demokrat, Senate Majority PAC dan House Majority PAC turut menerima dukungan dari sejumlah miliarder, termasuk manajer hedge fund Stephen Mandel, pengusaha properti George Marcus, istri Steve Ballmer yakni Connie Ballmer, salah satu pendiri Netflix Reed Hastings, hingga Gubernur Illinois J.B. Pritzker.
MAGA Inc. Trump Habiskan Uang Untuk Apa?
Super PAC Trump, MAGA Inc., dilaporkan telah mengumpulkan dana sekitar US$ 400 juta atau Rp 7,1 triliun, dengan kurang-lebih 96% di antaranya berasal dari sumbangan senilai US$ 1 juta (Rp 17,75 miliar) atau lebih, menurut laporan Brennan Center of Justice pada Februari lalu. Meski demikian, hingga saat ini PAC tersebut baru membelanjakan sebagian kecil dari dana yang terkumpul.
Media Politico bahkan melaporkan sejumlah kandidat Partai Republik mulai gelisah karena MAGA Inc. belum memberikan gambaran jelas soal rencana penggunaan dana tersebut.
Trump sendiri, dalam pernyataannya pada 21 Agustus, mengaku berencana menggunakan sebagian besar dana itu untuk mendukung kandidat-kandidat Republik yang dinilai berpotensi.
The Atlantic turut melaporkan pada SelasaTrump juga ingin menggunakan sebagian besar dana MAGA Inc. untuk kampanye iklan besar-besaran (advertising blitz) yang menonjolkan capaiannya selama menjabat sebagai presiden, dengan target menjadikan pemilu paruh waktu sebagai sorotan nasional.
Selain di level federal, para miliarder juga aktif bermain di isu-isu tingkat negara bagian. Salah satunya adalah pemungutan suara di Alaska soal sistem pemilu ranked-choice voting yang mendapat perhatian sejumlah nama besar seperti Musk, Yass, dan Uihlein.
Apa yang Perlu Diketahui dari Sumbangan Itu?
Di California, sejumlah taipan teknologi seperti salah satu pendiri Alphabet Sergey Brin, mantan CEO Google Eric Schmidt, investor Peter Thiel, dan salah satu pendiri Stripe Patrick Collison, tercatat aktif mengeluarkan dana untuk menentang rencana pajak kekayaan satu kali (one-time wealth tax) yang menyasar kalangan miliarder di negara bagian tersebut.
Sementara pada pemilihan gubernur, mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg diketahui mendukung Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, sedangkan Ken Griffin mendukung kandidat gubernur Florida Byron Donalds. Adapun J.B. Pritzker memilih membiayai sendiri kampanye pemilihan kembalinya.
Angka-angka sumbangan di atas baru mencakup pengeluaran di level pemilu federal dan belum memasukkan dana yang mengalir untuk kepentingan politik di tingkat negara bagian. Gambaran utuh soal total pengeluaran para miliarder ini baru akan terlihat setelah laporan keuangan federal resmi diserahkan setelah pemilu berlangsung.