Liputan6.com, Jakarta - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, terbakar sejak Jumat 28 Agustus 2026 sore, sekitar pukul 18.00 WIB.
Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga yang pulang usai mencari rumput untuk makan ternaknya. Kemudian dia melaporkan kebakaran itu ke Polsek Waringinkurung untuk segera dipadamkan.
Advertisement
Polisi yang menerima laporan warga segera menghubungi Damkar Kabupaten Serang. Di sisi lain, para petugas berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, agar api tidak meluas.
"Anggota Polsek Waringinkurung mengkonfirmasi ke warga setempat, penyebab kejadian tidak di ketahui. Anggota ke TKP kebakaran lahan tersebut, untuk sementara api sedang coba dipadamkan," ujar Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, Sabtu, (29/08/2026).
Lokasinya yang jauh dari perkampungan warga, menyebabkan masyarakat ataupun personel Polsek Waringinkurung tidak mengetahui secara pasti penyebab terbakarnya TPSA tersebut.
Namun TPSA Waringinkurung merupakan bekas pembuatan batu bata merah, yang kemudian dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh masyakarat sekitar.
"Untuk lokasi dulunya adalah bekas galian lio bata yang digunakan untuk tempat pembuangan sampah," terangnya.
Masih Ada Asap
Hingga siang ini, Sabtu, 29 Agustus 2026, kepulan asap masih mengepul dari bawah tanah yang merupakan tumpukan sampah.
Pemadaman harus dilakukan agar bara api didalam tumpukan sampah benar-benar padam, sehingga tidak menyala kembali.
Proses pemadaman dan pendinginan TPSA Waringinkurung menjadi tantangan tersendiri, karena terjadi di musim kemarau. Terlebih, tumpukkan sampah yang sudah tinggi hingga tertutup ilalang.
"Sekarang sudah tertutup ilalang yang menyebabkan api susah dipadamkan karna banyak tumpukan sampah dibawahnya," jelasnya.