1.084 Galeri Investasi BEI Berdiri, 23 Diresmikan Serentak

Keberadaan Galeri Investasi BEI membuat semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses terhadap informasi dan edukasi pasar modal.

oleh Tim BisnisDiterbitkan 27 Agustus 2026, 20:48 WIB
Peresmian Galeri Investasi Terbanyak secara Serentak, di Jakarta, Kamis (28/6/2026).

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan saat ini terdapat 1.084 Galeri Investasi BEI aktif yang tersebar di 29 kantor perwakilan dan 1 area Jabodebek.  

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Iding Pardi mengatakan dengan keberadaan Galeri Investasi sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses terhadap informasi dan edukasi pasar modal.

Adapun dari total 1.084 Galeri, sebanyak 137 Galeri Investasi merupakan hasil kerja sama dengan MNC Sekuritas. “Galeri Investasi BEI memiliki peran penting sebagai sarana edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada masyarakat,” ujar dia saat Peresmian Galeri Investasi Terbanyak secara Serentak yang mendapatkan rekor MURI, di Jakarta, Kamis (28/6/2026).

Sebanyak 23 Galeri Investasi BEI & MNC Sekuritas diresmikan secara serentak yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas akses edukasi pasar modal, tetapi juga turut mendukung pencapaian BEI melalui penambahan lebih dari 5.000 pengguna aplikasi IDX Mobile.

 

 

Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina menyampaikan bagi pihaknya, pencapaian ini bukan sekadar mengenai jumlah Galeri Investasi yang diresmikan.

"Lebih dari itu, momentum ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk semakin mendekatkan pasar modal kepada masyarakat. Dengan diresmikannya 23 GI BEI tersebut, MNC Sekuritas kini memiliki total 177 point of sales, termasuk 137 Galeri Investasi yang terdiri atas 80 GI Konvensional, 17 GI Syariah, 10 GI Digital, dan 30 GI Edukasi,” ujar Susy.

Direktur Operasional MURI Jusuf Ngadri mengatakan melalui peresmian 23 Galeri Investasi BEI secara serentak ini, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada pasar modal, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan transaksi pasar modal dengan dukungan teknologi, salah satunya melalui aplikasi MotionTrade.

Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 30,27 Juta SID

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. (KLY/ Arie Basuki)

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia resmi melampaui 30 juta Single Investor Identification (SID), tepatnya menembus 30.274.265 SID pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 7 Agustus 2026.

Berdasarkan data BEI, ditulis Minggu, (9/8/2026), sepanjang 2026, jumlah investor pasar modal bertambah 9.926.440 SID atau tumbuh 48,78% secara year-to-date (YtD). Pada periode sama, jumlah investor saham juga berhasil menembus 10 juta SID, tepatnya mencapai 10.052.059 SID, meningkat 1.447.882 SID atau 16,83% dibandingkan posisi pada akhir 2025.

“Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.

Sementara itu, mengutip Antara, Analis Senior Divisi Riset BEI, Fikrian Naufal Hardiatmojo menuturkan, investor ritel semakin berperang mendukung aktivitas pasar modal Indonesia. Hal itu terjadi di tengah volatilitas hingga Juli 2026.

Fikrian menuturkan, jumlah investor pasar modal terus bertambah hingga tembus 30 juta, seiring pertumbuhan aktivitas investor secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau kekhawatiran dari Bapak Ibu biasanya, ini jumlah investor banyak, tapi aktif enggak? Jawabannya adalah cukup aktif," ujar Fikrian dalam Media Connect Samuel Sekuritas Indonesia di Jakarta, dikutip dari Antara.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah investor pasar modal mencapai 30,064 juta pada Juli 2026, meningkat dari 20,348 juta pada akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 10,031 juta merupakan investor saham yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya