Jelang Demo, Botok Pati Hadir di Ruang Paripurna DPR

Ia menyampaikan harapan agar aspirasi masyarakat dapat direalisasikan.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 27 Agustus 2026, 10:49 WIB
Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok bersama rekannya diterima oleh DPR dan langsung menuju ruang sidang Paripurna. (Foto: Liputan6.com/Delvira Hutabarat).

Liputan6.com, Jakarta - Aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok bersama rekannya diterima oleh DPR dan langsung menuju ruang sidang Paripurna di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Berdasarkan pantuan Liputan6.com, di ruang Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (27/8/2026), Botok tampak mengenakan kaos dan topi hitam serta celana jeans. Ia memasuki ruang rapat paripurna sekitar pukul 10.10 WIB.

Sambil berjalan, Botok mengatakan dirinya memang dipersilakan masuk oleh pimpinan DPR RI.

"Iya, iya (sama pimpinan), semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasikan, ya," kata Botok.

Sebelumnya, Botok mengatakan pihaknya tidak menutup diri untuk berdiskusi dengan DPR, selama pembahasan tersebut mengakomodasi tuntutan yang mereka sampaikan.

Kami tidak anti dialog ya. Selama ada usulan dari teman-teman di dalam, kita diajak dialog, oke. Tapi harus sesuai dengan harapan kami," kata Botok kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Botok mengatakan hingga kini belum ada anggota DPR RI yang membuka komunikasi dengan pihaknya. Meski demikian, ia menyatakan siap memenuhi undangan audiensi apabila DPR mengajak berdialog saat aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).

"Kalau besok teman-teman mengajak audiensi, kita siap," tegasnya.

Tidak Puas

AMPB sebelumnya menyatakan tidak puas dengan respons Komisi III DPR yang menyebut RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan pada Desember 2026.

Menurut Botok, DPR perlu memberikan kepastian secara tertulis mengenai rencana tersebut. Ia juga meminta poin-poin dalam RUU Perampasan Aset dibahas dan disepakati bersama.

"Secara tertulis. Bukan hanya keterangan di media," tegasnya.

AMPB datang ke Jakarta dengan membawa dua tuntutan utama, yakni mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan meminta hukuman mati bagi koruptor.

Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Botok memastikan aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat kerusuhan. Menurut dia, kedatangan massa AMPB ke Jakarta merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan masyarakat di wilayah Jabodetabek yang juga akan menggelar aksi pada Kamis.

"Tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami ke Jakarta itu mendukung gerakan dari kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus," kata dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya