Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ribuan Guncangan sampai Korban

Prabowo pimpin rapat penanganan gempa NTT, dari ribuan guncangan hingga korban meninggal terus bertambah.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 26 Agustus 2026, 13:35 WIB
Ilustrasi Gempa NTT. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Dalam rapat tersebut, disampaikan laporan kondisi terkini di NTT pascagempa, jumlah pengungsi, hingga penanganan warga terdampak.

"Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini di posko penanganan bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertempat di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo telah hadir Menteri ESDM, Mendagri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, beserta Forkopimda, Gubernur NTT, Kapolda, ada Bupati Nagekeo. Selanjutnya kepada Kepala BNPB akan menjelaskan singkat, dipersilakan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat, Rabu.

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan, ada tujuh kabupaten di NTT yang terdampak gempa magnitudo (M) 7 beberapa waktu lalu, salah satunya Kabupaten Nagekeo. Dia menyampaikan total jumlah gempa yang terjadi mencapai 7.259 kali dari 15 Agustus hingga Rabu siang.

"Kemudian kami laporkan data per siang ini, ini yang kemarin Bapak Presiden. Hari ini sebetulnya Bapak Kepala BMKG sudah punya data lagi. Ini kemarin saja datanya untuk gempanya 7.259 kali, Bapak Presiden," kata Suharyanto sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Meski begitu, dia mengatakan sudah tidak ada gempa susulan bermagnitudo 7 seperti yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Suharyanto menyebut jumlah gempa susulan M 6,2 di NTT sebanyak 143 kali sejak 15 Agustus.

"Tapi yang tidak ada lagi yang gempanya di atas 7,7. Ada gempa yang 6,2, ini dari Kepala BMKG nanti mungkin akan menjelaskan secara lebih rinci. Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa," jelas dia.

"Dari hari ini?" tanya Prabowo.

"Dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal satu kali, kemarin Bapak Presiden," jawab Suharyanto.

 

 

Jumlah Korban Meninggal

Di sisi lain, Prabowo menerima laporan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 105 orang per Rabu (26/8/2026). Mereka terdiri dari orang dewasa, anak-anak, hingga lansia.

"Kami laporkan yang sebetulnya terkena gempa langsung korbannya itu 48 orang, Bapak Presiden. Kemudian ada tambahan 57, ini ada datanya lengkap. Memang hasil dari operasi SAR yang dilakukan oleh Basarnas, kemudian dirawat di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tidak selamat, kemudian juga ada yang trauma, ada yang lansia, ada anak-anak, sehingga menambah 57. Sehingga meninggal dunia sekarang 105 orang," tutur Suharyanto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya