Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meningkat. Dampaknya tidak cuma dirasakan masyarakat, tapi juga satwa liar yang kehilangan tempat berlindung serta sumber makanan. Sejumlah satwa terpaksa keluar dari habitatnya bahkan masuk ke kawasan berdekatan dengan aktivitas manusia.
Di kompleks perkantoran Pemkab Katingan, seekor orang hutan masuk ke badan jalan dan kawasan perkantoran. Petugas dampar bersama warga berupaya mengarahkannya kembali ke hutan untuk mencegah konflik dengan manusia.
Advertisement
Namun tidak semua satwa berhasil menyelamatkan diri. Di kasongan, Ibu Kota Kabupaten Katingan, petugas menemukan seekor terenggiling yang merupakan satwa lindung dan ular mati dengan tubuh terbakar di lokasi karhutla.
"Di Kalteng ini banyak satwa yang terdampak. Kemarin menemukan ular sanca kurang lebih panjang tiga meteran. Itu mati terbakar. Dan juga satwa dilindungi termasuk terenggiling," kata petugas Damkar Dinas Kehutanan Kalteng Bagus. Dikutip dari Liputan6 SCTV, Senin (24/8/2026).
Data BPPD Kalteng mencatat 27 karhutla terjadi di Katingan dengan luas lahan terbakar 44 hektare. Sedangkan di Palangka Raya tercatat 329 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 274 hektare.
"Kemarin info dari teman-teman KPHP Katingan Hilir, mereka menemukan terenggiling yang sudah terbakar. Dan juga di Katingan ada orang utan yang habitatnya terbakar jadi mereka masuk ke permungkinan warga," pungkasnya.