ETF Emas XGLD Hadir, Investasi Emas Mulai dari 0,1 Miligram

ETF emas XGLD menawarkan akses investasi emas mulai 0,1 miligram atau setara ratusan rupiah melalui platform IPOT Fund.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Agustus 2026, 20:15 WIB
Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Investasi emas selama ini identik dengan kepemilikan emas fisik dalam ukuran tertentu, mulai dari 1 gram hingga puluhan gram. Namun, kenaikan harga emas yang kini mencapai jutaan rupiah per gram membuat sebagian masyarakat memilih menunda investasi hingga memiliki modal yang cukup.

Di tengah kondisi tersebut, PT Indo Premier Investment Management (IPIM) berkolaborasi dengan PT Indo Premier Sekuritas menghadirkan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) melalui platform IPOT Fund.

XGLD merupakan ETF emas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga masyarakat tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk mulai mendapatkan eksposur terhadap emas.

"Melalui inovasi produk PFS XGLD ini batas modal besar itu runtuh. Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0.1 milligram (1 unit penyertaan), sebuah langkah kecil yang siap mengubah modal kecil menjadi pondasi kekayaan di masa depan," jelas Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM), Noviono Darmosusilo, Minggu (23/8/2026).

Kode efek XGLD dipilih karena memiliki asosiasi langsung dengan kata "GOLD". Menurut IPIM, nama tersebut juga mengikuti penamaan ETF emas populer di pasar global sehingga mudah dikenali investor.

Sebagai ETF emas syariah, XGLD dikelola berdasarkan prinsip syariah melalui akad Wakalah bil al-Ujrah untuk pengelolaan dana dan Bai' al-Muthlaq untuk transaksi emas fisik. Produk ini juga berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah dan berlandaskan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.

 

Keunggulan ETF Emas XGLD

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

XGLD menawarkan sejumlah keunggulan bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas fisik.

Pertama, berbasis emas murni. Portofolio XGLD memiliki underlying aset emas murni dengan komposisi kas maksimal 5 persen. Emas tersebut terhubung dengan emas murni bersertifikat internasional LBMA atau SNI.

Dengan mekanisme tersebut, investor tidak perlu memikirkan penyimpanan fisik, risiko kehilangan, biaya brankas, hingga proses buyback dan appraisal.

Kedua, modal awal terjangkau. XGLD dapat ditransaksikan mulai dari 0,1 miligram atau sekitar ratusan rupiah. Mekanisme ini memungkinkan investor membangun kepemilikan secara bertahap tanpa harus membeli emas fisik dalam ukuran besar.

Ketiga, transaksi transparan dan efisien. Pergerakan nilai portofolio dapat dipantau selama jam perdagangan bursa. Investor juga memperoleh eksposur terhadap harga emas tanpa perlu mengelola aset fisik secara langsung, dengan proses settlement T+1.

Selain itu, XGLD dapat ditempatkan dalam satu portofolio bersama saham, obligasi, dan reksa dana sehingga membantu proses diversifikasi dan rebalancing.

Bebas PPh dan Didukung Institusi Keuangan

Keunggulan keempat XGLD berkaitan dengan aspek perpajakan. Berdasarkan informasi produk, XGLD dikategorikan sebagai Reksa Dana KIK berbentuk ETF, sehingga keuntungan berupa capital gain maupun dividen disebut sebagai bukan objek Pajak Penghasilan (PPh).

Investor cukup mencatat kepemilikan unit penyertaan XGLD pada bagian Daftar Harta dan keuntungannya pada kolom Penghasilan Non-Objek Pajak dalam SPT Tahunan.

Kelima, XGLD didukung institusi berpengalaman. Produk ini mengandalkan ekosistem Indo Premier yang telah terlibat dalam industri ETF Indonesia sejak 2007.

PT Indo Premier Investment Management (IPIM) berperan sebagai pengelola, sementara PT Indo Premier Sekuritas menjadi dealer partisipan. Perdagangan XGLD juga didukung platform IPOT sebagai sarana digital bagi investor ritel.

Selain itu, ekosistem XGLD melibatkan PT Pegadaian sebagai penyedia dan penyimpan emas fisik serta Deutsche Bank AG Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya