Update Korban Gempa NTT: 91 Meninggal, Terbanyak dari Manggarai

Rincian korban berdasarkan usia dan jenis kelamin.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 23 Agustus 2026, 18:27 WIB
Seorang pria berjalan melewati bangunan yang runtuh akibat gempa di Reo, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan update data korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Data terkini menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia menjadi 91 orang.

"Jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring, Minggu (23/8/2026).

Berton mengungkapkan, sebanyak 40 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 48 jiwa perempuan. “3 korban lain belum diketahui jenis kelaminnya karena masih dalam tahap identifikasi,” kata dia.

Sementara 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja serta 35 dewasa. Korban luka akibat gempa sebanyak 1.286 jiwa.

"51% korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya 49% meninggal disebabkan dampak tidak langsung," kata dia.

Selain itu, BNPB mencatat ada 5.688 kali gempa susulan sejak gempa awal hingga saat ini. Sementara gempa susulan yang terjadi hari ini dirasakan hingga 130 kali.

"Sampai hari ini mencapai 5.688 kali magnitude terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga saat ini, hari ini sebanyak 130 kali. Rangkaian gempa susulan menunjukkan pola emporal yang belum sederhana," jelasnya.

Adapun rincian asal kabupaten/kota dari korban meninggal dunia sebagai berikut:

- Manggarai 32 jiwa

- Manggarai Timur 31 jiwa

- Sikka 6 jiwa

- Ende 2 jiwa

- Manggarai Barat 1 jiwa

- Nagekeo 14 jiwa

- Ngada 5 jiwa

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya