4 Notam Aktif Terkait Kebakaran Hutan, Atur Ruang Udara hingga Bandara

Kemenhub mencatat 4 Notam aktif terkait penanganan karhutla, mulai dari water bombing hingga penutupan sementara bandara.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 23 Agustus 2026, 12:45 WIB
Petugas pemadam kebakaran menggunakan helikopter memadamkan kebakaran hutan pada lahan gambut seluas lebih dari 100 hektar) di Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026. (AFP/ Reina)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya membutuhkan pengerahan pesawat untuk pemadaman, tetapi juga berdampak terhadap pengaturan ruang udara dan operasional penerbangan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat terdapat 4 Notam aktif yang berkaitan dengan penanganan karhutla per 20 Agustus 2026.

Notam (Notice to Airmen) merupakan informasi penerbangan yang digunakan untuk menyampaikan kondisi atau perubahan yang perlu diketahui oleh penerbang dan pihak terkait demi menjaga keselamatan penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menjelaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia memastikan informasi mengenai aktivitas penerbangan di wilayah terdampak karhutla tetap tersedia dan diperbarui.

"Dari empat Notam tersebut, beberapa berkaitan langsung dengan aktivitas pemadaman menggunakan pesawat," jelas dia dikutip Minggu (23/8/2026).

"Pengaturan ini diperlukan karena kegiatan water bombing dan air patrol membutuhkan ruang udara yang aman serta terkoordinasi," tambah Lukman.

Kemenhub mencatat Notam A3042/26 mengenai reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing.

Kemudian terdapat Notam B0860/26 yang mengatur reservasi ruang udara untuk kegiatan water bombing dan air patrol di wilayah Kalimantan Barat.

Sementara itu, Notam NOTAM B0815/26 menginformasikan tidak tersedianya Taxiway Alpha di Bandar Udara Banjarmasin akibat aktivitas pesawat water bombing.

Selain tiga Notam tersebut, terdapat Notam C0977/26 yang berkaitan dengan penutupan sementara Bandar Udara Nabire akibat kondisi asap yang berasal dari kebakaran hutan.

Penempatan Pesawat

Petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran hutan pada lahan gambut seluas lebih dari 100 hektar) di Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, Jumat, 31 Juli 2026. (AFP/ Reina)

Dengan demikian, dampak karhutla terhadap penerbangan tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang akibat asap, tetapi juga kebutuhan pengaturan ruang udara untuk mendukung operasi pemadaman.

Kemenhub memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas dalam pengerahan pesawat untuk menangani karhutla.

Penempatan pesawat juga disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana serta hasil koordinasi dengan pihak berwenang, termasuk BNPB atau BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Di sisi lain, AirNav Indonesia berperan dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan serta penyampaian informasi melalui Notam.

Kemenhub terus memantau kondisi operasional penerbangan di wilayah terdampak karhutla dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan pemadaman dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya