Raup Rp 48,8 Triliun, Sucor AM Gaet 900 Ribu Investor

Sucor AM Kelola Dana Rp 48,8 Triliun dan 900 Ribu Investor

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 22 Agustus 2026, 20:00 WIB
Sucorinvest Asset Management (Sucor AM)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan manajer investasi, PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dengan meraih dana kelolaan (Asset Under Management) mencapai Rp 48,8 triliun hingga pertengahan Agustus 2026.

Pencapaian skala bisnis ini ditopang oleh basis kepercayaan yang luas dari lebih 900 ribu investor. Selain itu, Sucor AM juga didukung oleh kolaborasi strategis bersama 34 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sebagai mitra jalur distribusi.

Direktur Utama Sucor AM, Upik Susiyawati, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian integral dari perjalanan panjang perusahaan dalam membuka serta memperluas akses layanan investasi bagi masyarakat."

Setiap fase membawa tantangan dan peluang yang berbeda. Apa yang telah dibangun selama ini menjadi fondasi bagi kami untuk terus berkembang," kata Upik dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

Memanfaatkan fondasi dana kelolaan dan jaringan investor yang kuat, Sucor AM memfokuskan strategi pertumbuhan jangka panjang pada sejumlah area krusial. Langkah pengembangan akan mencakup penguatan tata kelola perusahaan, ekspansi bisnis, perluasan jaringan distribusi, serta inovasi produk dan layanan.

Selain itu, perusahaan juga memprioritaskan peningkatan kualitas pengalaman bagi para investor dan mitra kerja sama.

"Komitmen saya adalah menjaga fondasi dan nilai yang telah dibangun dengan baik selama ini, sekaligus terus mengembangkan perusahaan agar tetap relevan dengan perubahan industri dan kebutuhan investor,” tegas Upik.

Sebagai informasi, Upik menggantikan Jemmy Paul Wawointa di kursi Direktur Utama Sucor AM per 18 Agustus 2025. Adapun, Jemmy kini menjabat sebagai komisaris. “Setiap fase membawa tantangan dan peluang yang berbeda. Apa yang telah dibangun selama ini menjadi fondasi bagi kami untuk terus berkembang," tandasnya.

Industri Reksa Dana RI Tetap Tumbuh

Sucor Sekuritas meluncurkan fitur Rekening Dana Nasabah (RDN) berbasis API (Application Programming Interface) bersama Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

Sebelumnya, ketidakpastian geopolitik global masih memengaruhi dinamika pasar keuangan. Perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat hingga konflik di Timur Tengah yang mendongkrak harga minyak turut meningkatkan volatilitas di pasar saham dan obligasi global.

Meski demikian, Sucor Asset Management (Sucor AM) menilai industri reksa dana di Indonesia sejauh ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

"Melihat perkembangan kondisi geopolitik saat ini, tidak dapat dipungkiri hal tersebut berpengaruh pada sentimen serta volatilitas pasar saham dan obligasi yang secara tidak langsung memengaruhi kinerja produk reksa dana keseluruhan," ujar Dimas Yusuf, Direktur Investasi Sucor AM, Sabtu (14/3/2026).

Minat Investor Tetap Terjaga

Dimas menambahkan, minat investor terhadap produk reksa dana masih tetap terjaga di tengah dinamika global tersebut. Data Infovesta mencatat adanya kenaikan nilai dana kelolaan industri reksa dana sekitar 5 persen sejak akhir 2025 hingga Februari 2026.

Menghadapi fluktuasi pasar, Sucor AM menekankan pentingnya pengelolaan portofolio yang disiplin dengan mengedepankan manajemen risiko. Perusahaan memprioritaskan saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi menarik, khususnya emiten yang tergabung dalam indeks LQ45, IDX30, maupun IDXBUMN.

Sementara untuk produk reksa dana berbasis obligasi atau pendapatan tetap, Sucor AM menerapkan pengelolaan durasi secara bertahap dan fleksibel.

"Dalam menjaga stabilitas portofolio serta mengoptimalkan imbal hasil, alokasi juga difokuskan pada obligasi korporasi yang telah melalui analisis kualitas kredit yang ketat, dengan fundamental yang solid, profil risiko terukur, dan likuiditas yang memadai," pukas Dimas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya