Liputan6.com, Jakarta - Calon CEO Apple, John Ternus yang akan menjabat menghadapi tantangan besar saat ia melangkah ke posisi puncak yang sebelumnya dipegang CEO Tim Cook.
Berdasarkan analis Bank of America, Wamsi Wohan menggambarkan tantangan yang dihadapi Ternus yakni US$ 32 juta atau Rp 564,70 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.650). Demikian mengutip Yahoo Finance, Sabtu (22/8/2026).
Advertisement
Menurut perhitungan Mohan, kapitalisasi pasar Apple telah tumbuh dengan laju sekitar US$ 32 juta dolar AS per jam tanpa henti selama hampir 15 tahun di bawah kepemimpinan Cook, dengan total pertumbuhan mencapai US$ 4,5 triliun atau Rp 79.411 triliun.
Kapitalisasi pasar Apple melonjak menjadi US$ 4,5 triliun dolar AS dari sekitar US$ 350 miliar atau Rp 6.176 triliun selama masa jabatan Cook sebagai CEO, menurut analisis Yahoo Finance AlphaSpace.
"Tim Cook mengubah Apple dari perusahaan yang hanya mengandalkan segelintir siklus produk menjadi institusi yang mampu menghasilkan pertumbuhan, arus kas, loyalitas pelanggan, dan inovasi dalam skala masif serta kompleksitas SKU yang tinggi," ujar Mohan.
Pada 20 April, Apple mengakhiri sebuah era dengan mengumumkan Cook akan mundur sebagai CEO setelah hampir 15 tahun memimpin, dan menyerahkan tongkat estafet kepada Ternus, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden senior bidang rekayasa perangkat keras (hardware engineering) di Apple.
Ternus akan resmi mengambil alih jabatan pada 1 September, menjelang peluncuran produk-produk penting Apple dan periode belanja liburan akhir tahun yang krusial.
Transisi Jabatan
Tanggal tersebut akan menandai transisi CEO kedua dalam sejarah Apple sejak salah satu pendirinya, Steve Jobs, menyerahkan kendali perusahaan teknologi tersebut kepada Cook pada Agustus 2011, tak lama sebelum Jobs meninggal dunia.
Cook, yang bergabung dengan Apple pada 1998 sebagai wakil presiden eksekutif bidang penjualan dan operasional global saat perusahaan itu berada di ambang kebangkrutan, memimpin salah satu transformasi korporat terbesar dalam sejarah dunia bisnis Amerika.
Pendapatan perusahaan meningkat hampir empat kali lipat di bawah kepemimpinan Cook, menembus angka lebih dari US$ 400 miliar per tahun, seiring dengan peluncuran produk-produk seperti Apple Watch, AirPods, dan headset Vision Pro.
Tim Cook Masuk Tokoh Berpengaruh
Ia juga menjadi tokoh berpengaruh di industri dan menjalin hubungan kerja yang erat dengan Presiden Trump selama dua masa jabatan Trump.
Cook mengatakan, Ternus memiliki "pemikiran seorang insinyur, jiwa seorang inovator, dan hati untuk memimpin dengan integritas serta kehormatan" semua kualitas yang dibutuhkan Ternus, yang kini berusia 51 tahun, untuk memastikan kesuksesan Apple di era AI.
"Apple sudah begitu besar, menguntungkan, dan sangat melekat dalam kehidupan pelanggannya, sehingga peningkatan kualitas secara bertahap mungkin tidak lagi cukup untuk mendefinisikan ulang perusahaan ini," ujar Mohan.
"Tantangan bagi Ternus adalah mempertahankan mesin bisnis yang menguntungkan yang telah dibangun Cook, sembari menghadirkan kembali unsur kejutan teknologi yang lebih kuat,” ia menambahkan.