Liputan6.com, Jakarta - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA membuktikan kualitas manufaktur dalam negeri di kancah internasional. BUMN asal Madiun ini resmi mengirimkan 120 unit gerbong Container Flat Top Wagon ukuran 40 kaki ke Selandia Baru. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari proyek pesanan UGL, perusahaan manufaktur perkeretaapian asal Australia.
Senior Manager Corporate Communications dan Representative Office PT INKA (Persero), Nanang Agung Rohmandiyas, menegaskan bahwa ketepatan spesifikasi dan mutu menjadi fokus utama dalam setiap proyek ekspor.
Advertisement
"Bagi kami, setiap pengiriman selalu berpegang pada prinsip yang sama, yakni memenuhi kualitas dan spesifikasi yang telah disepakati bersama pelanggan," ujar Nanang di Madiun, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
Seluruh unit gerbong diberangkatkan melalui Terminal Jamrud Nilam Mirah dan Teluk Lamong, Surabaya, yang dikelola oleh PT Pelindo Multi Terminal.
Dengan tambahan 120 unit ini, INKA telah merealisasikan pengiriman sebanyak 250 unit atau sekitar 73,5% dari total kontrak proyek UGL kali ini. Secara keseluruhan, total pesanan dalam paket ini mencapai 340 unit, yang terdiri atas 290 unit Container Flat Top Wagon 40 kaki dan 50 unit Container Flat Top Wagon 50 kaki.
Sebelumnya, pengiriman tahap pertama sebanyak 130 unit telah dilakukan pada Maret 2026. Sementara itu, 90 unit sisanya, terdiri dari 40 unit tipe 40 kaki dan 50 unit tipe 50 kaki dijadwalkan rampung dan dikirim pada November 2026.
Kemitraan Jangka Panjang Sejak 2021
Proyek ini menandai kontrak kerja sama keempat untuk pembuatan Container Flat Top Wagons antara INKA dan UGL sejak 2021. Secara kumulatif, INKA telah memproduksi dan mengirimkan 1.294 unit gerbong dari total 1.504 unit yang dipesan oleh UGL.
"Kami menghargai kepercayaan UGL kepada tim kami, dan kami berkomitmen menjaga kepercayaan itu di setiap pengiriman," kata Nanang.
Selain gerbong barang, kolaborasi INKA dan UGL juga mencakup proyek terpisah berupa pemesanan 50 unit locomotive platform untuk pasar Australia. Pengiriman produk tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2027.
"Empat pesanan sejak 2021 menjadi tolok ukur yang jelas atas hubungan ini. UGL kembali memberikan kepercayaan melalui pekerjaan baru," tambah Nanang.
INKA menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh target pengiriman pada November 2026 mendatang sembari terus memperkuat kemitraan strategis guna memenuhi kebutuhan sarana transportasi di pasar global.