China-RI Capai Konsensus Baru di Dialog Strategis Komprehensif Perdana

Dialog strategis komprehensif China-RI mencakup berbagai bidang kerja sama, mulai dari ekonomi, energi, hingga isu regional dan global.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi dalam Pertemuan Pertama Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China, Jumat (21/8/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok atau China Wang Yi menyebut Indonesia dan Tiongkok mencapai sejumlah kesepakatan baru dalam pertemuan pertama China-Indonesia Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jumat (21/8/2026).

"Sangat sukses pertemuannya, sangat konstruktif, juga mencapai konsensus kerja sama yang baru," kata Wang dalam konferensi pers bersama Menlu RI Sugiono seusai pertemuan.

Mengawali pernyataannya, Wang Yi menyampaikan selamat atas HUT ke-81 RI. Ia meyakini Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan terus mencapai hasil baru menuju Indonesia Emas 2045.

Wang Yi turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang meninggal dunia akibat gempa NTT.

Menurut Wang, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo, pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama terus berkembang serta memberikan teladan dan dorongan bagi kerja sama negara-negara Global South.

Kerja sama kedua negara, lanjut dia, kini telah melampaui tingkat bilateral dan memberikan pengaruh positif terhadap kawasan serta dunia.

Wang menilai penyelenggaraan CSD akan menjadi penopang penting bagi kedua kepala negara untuk memperdalam kemitraan strategis komprehensif dan memperkokoh pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama pada tingkat yang lebih tinggi.

"Juga akan mengeluarkan sinyal yang jelas kepada dunia luar bahwa dua negara emerging market bersatu dan bekerja sama," ujarnya.

Susun Rencana Aksi 2027-2031 

Kedua pihak sepakat mempertahankan komunikasi strategis dan saling mendukung dengan tegas dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti dan kepentingan utama masing-masing.

Indonesia dan Tiongkok akan menyelaraskan pembangunan dan keamanan guna memberikan jaminan kuat bagi proses modernisasi kedua negara.

Keduanya memutuskan memulai konsultasi mengenai Rencana Aksi Indonesia-Tiongkok 2027-2031.

Menurut Wang Yi, konsultasi perlu dimulai secepatnya untuk mencapai konsensus dan memperdalam kerja sama yang mencakup lima pilar.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Tiongkok memberikan penilaian tinggi terhadap hasil kerja sama perdagangan dan investasi. Kedua pihak sepakat memperkuat penyelarasan pembangunan, mendorong pertumbuhan perdagangan yang seimbang, serta menetapkan sasaran yang lebih ambisius.

Kerja sama akan diperluas ke bidang kekuatan produktif baru, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Wang Yi turut menyambut baik sistem peringatan dini meteorologi cerdas berteknologi China yang sedang diuji coba di Indonesia. Ia meyakini sistem tersebut dapat membantu Indonesia menghadapi cuaca ekstrem.

 

Perkuat Kerja Sama Energi dan Mineral

Menteri Luar Negeri Sugiono saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta, Indonesia, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto AP/Tatan Syuflana)

Di bidang energi dan sumber daya mineral, kedua pihak sepakat memperdalam kerja sama dengan mendorong kemitraan energi dan pertambangan yang komprehensif, terbuka, dan hijau.

Indonesia dan Tiongkok sepakat menyelenggarakan Forum Energi Tiongkok-Indonesia serta memperkuat komunikasi mengenai kebijakan energi dan sumber daya mineral.

Menurut Wang Yi, langkah tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan keunggulan masing-masing yang saling melengkapi sekaligus memperkokoh pola kerja sama yang saling menguntungkan.

Kerja sama itu diharapkan membantu Indonesia mengubah keunggulan sumber daya menjadi energi pembangunan, mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat, serta mendorong proses industrialisasi dan modernisasi.

"Seperti yang dikatakan Menlu Sugiono, sukses perusahaan Tiongkok di Indonesia juga adalah sukses Indonesia sendiri," tutur Wang Yi.

Pertanian hingga Pengentasan Kemiskinan

Indonesia dan Tiongkok sepakat pula meningkatkan kerja sama teknologi pertanian serta pertukaran pengalaman dalam pengentasan kemiskinan.

Kerja sama akan diperkuat untuk menjaga keamanan pangan serta di bidang kesehatan, kebudayaan, pendidikan, dan hubungan antarpemerintah daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.

Wang Yi menyebut Indonesia berkomitmen memberikan lingkungan berbisnis yang adil, transparan, dan kondusif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Penangkapan Ikan dan Laut China Selatan

Di bidang maritim, Indonesia dan Tiongkok sepakat memulai kembali kerja sama penangkapan ikan, meningkatkan kerja sama maritim, serta mendorong pembangunan bersama di Laut China Selatan.

Kedua pihak berkomitmen mengimplementasikan Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) dan berupaya menyelesaikan perundingan Code of Conduct (COC).

Indonesia dan Tiongkok ingin membangun narasi baru mengenai Laut China Selatan yang damai, ramah, dan mengedepankan kerja sama.

 

APEC, BRICS, dan Kerja Sama Multilateral

Menteri Luar Negeri Sugiono saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta, Indonesia, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto AP/Tatan Syuflana)

Wang menyebut Indonesia mendukung Tiongkok menjadi tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33. Kedua negara akan mendorong pembangunan komunitas Asia-Pasifik dengan masa depan bersama.

Indonesia dan Tiongkok turut sepakat meningkatkan kerja sama dalam kerangka GDI (Global Development Initiative), GSI (Global Security Initiative), GCI (Global Civilization Initiative), dan GGI (Global Governance Initiative) serta memperkuat koordinasi kebijakan di berbagai forum multilateral, termasuk PBB dan BRICS.

Kedua negara, tegas Wang Yi, akan menentang tindakan unilateral dan politik berbasis kekuatan serta mewaspadai upaya di kawasan yang menantang hasil kemenangan Perang Dunia II dan memutarbalikkan sejarah.

Keduanya, sebut Wang Yi, akan membela keadilan dan kesetaraan internasional serta kepentingan negara-negara berkembang.

Lanjut ke Pertemuan 2+2

Selanjutnya, pada sore hari, Wang Yi bersama Menteri Pertahanan Tiongkok Laksamana Dong Jun akan menghadiri pertemuan tingkat menteri kedua dalam mekanisme 2+2 Indonesia-Tiongkok.

Delegasi Tiongkok dijadwalkan pula bertemu Presiden Prabowo.

Wang Yi menegaskan Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia dengan mengikuti arahan strategis kepala negara kedua pihak, memperkuat kepercayaan strategis dan kerja sama, serta membangun komunitas Tiongkok-Indonesia yang memiliki pengaruh regional dan global.

Menurut dia, Indonesia dan Tiongkok sebagai dua negara penting dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan maupun dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya