Dialog Strategis Komprehensif Pertama RI-China Bahas Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga AI

Dialog perdana ini menambah saluran komunikasi tingkat tinggi antara Indonesia dan China.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 21 Agustus 2026, 14:17 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam konferensi pers bersama usai pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Rakyat Tiongkok atau China menggelar Dialog Strategis Komprehensif untuk pertama kalinya guna memperkuat kerja sama kedua negara di berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan investasi, energi dan mineral, maritim, hingga teknologi mutakhir dan kecerdasan buatan (AI).

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan kerja sama strategis Indonesia dan Tiongkok terus meningkat sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Tiongkok merupakan mitra penting bagi pembangunan nasional Indonesia serta upaya mendorong stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan.

Peluncuran Dialog Strategis Komprehensif, kata Sugiono, menandai hubungan bilateral kedua negara yang semakin kuat. Forum ini akan digunakan untuk menindaklanjuti konsensus yang telah disepakati presiden kedua negara, mengidentifikasi bidang kerja sama baru, serta mengatasi berbagai tantangan dalam pelaksanaannya.

Sugiono menyampaikan hal itu dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi seusai pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Dalam kesempatan ini, Sugiono menyampaikan simpati mendalam Indonesia kepada Tiongkok atas bencana yang melanda sejumlah wilayah dan menyebabkan korban jiwa serta kerugian material.

Perdagangan dan Investasi

Sugiono mengatakan dirinya dan Wang Yi membahas sejumlah agenda utama, termasuk arsitektur kerja sama bilateral. Kedua negara menyambut baik pembahasan Rencana Aksi 2027-2031 sebagai kelanjutan dari Rencana Aksi 2022-2026.

Indonesia dan Tiongkok sepakat merevitalisasi mekanisme strategis di bidang perdagangan, energi, mineral, dan maritim, sekaligus menjajaki mekanisme baru di bidang karantina dan kecerdasan buatan.

Di bidang ekonomi, Indonesia mengapresiasi komitmen Tiongkok terhadap pembangunan ekonomi Indonesia melalui peningkatan perdagangan dan investasi.

Menurut Sugiono, Wang Yi menyebut volume perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 167 miliar. Namun, nilai tersebut dinilai belum mencakup seluruh potensi yang dimiliki Indonesia dan Tiongkok sehingga kedua pihak sepakat terus meningkatkan perdagangan bilateral.

Kedua negara sepakat memfasilitasi perdagangan, termasuk menjajaki perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia.

Indonesia turut mengapresiasi keberlanjutan komitmen investasi Tiongkok di Tanah Air. Sugiono menyebut sebuah lembaga pemeringkat dari Tiongkok beberapa waktu lalu memberikan "penilaian yang sempurna" terhadap iklim investasi Indonesia.

Menurutnya, penilaian tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan Tiongkok terhadap iklim investasi dan perekonomian Indonesia, serta langkah-langkah yang ditempuh pemerintahan Presiden Prabowo.

Sugiono mengatakan kunjungan Wang Yi dalam rangka Dialog Strategis Komprehensif juga menunjukkan bahwa kepercayaan dan upaya memperkuat kerja sama kedua negara akan terus dilanjutkan.

 

 

Kereta Cepat hingga Mata Uang Lokal

Indonesia dan Tiongkok membahas pula kelanjutan kerja sama Belt and Road, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Sugiono mengatakan kedua negara berkomitmen agar kerja sama tersebut terus berlanjut. Pembahasan mencakup keberlanjutan pembiayaan serta berbagai alternatif untuk meningkatkan volume penumpang kereta cepat.

Di bidang keuangan, kedua pihak sepakat meningkatkan kolaborasi untuk mendukung proyek-proyek pembangunan prioritas dan memperkuat transaksi menggunakan mata uang lokal.

Kerja sama akan terus dipererat di bidang ketahanan pangan, energi, dan mineral melalui pengembangan industri yang mendukung ketahanan nasional.

Ke depan, Indonesia dan Tiongkok akan memperluas kerja sama ke bidang teknologi mutakhir dan kecerdasan buatan, termasuk pengembangan satelit komunikasi bersama serta kerja sama lain di bidang teknologi mutakhir.

Maritim, Pendidikan, dan Kesehatan

Penguatan kerja sama maritim menjadi salah satu agenda pembahasan. Indonesia dan Tiongkok sepakat meningkatkan kolaborasi dalam keselamatan navigasi, penelitian ilmiah kelautan, keamanan maritim, dan pengembangan kapasitas.

Di bidang hubungan antarmasyarakat, kedua negara akan mengintensifkan kerja sama pendidikan, antara lain melalui peningkatan beasiswa bagi mahasiswa dan pelajar Indonesia, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Kedua pihak juga membahas pengembangan tenaga kerja Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan agar lebih siap bekerja dan memasuki dunia industri.

Di bidang kesehatan, Indonesia dan Tiongkok menyambut kemajuan kerja sama yang mencakup vaksin, teknologi medis, bank gen, serta pengembangan kapasitas di bidang kesehatan.

 

ASEAN dan APEC

Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dalam pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (Dok. Liputan6.com/Khairisa Ferida)

Dalam pembahasan regional dan multilateral, Indonesia dan Tiongkok menegaskan kembali komitmen untuk memajukan kemitraan ASEAN-Tiongkok berdasarkan sentralitas ASEAN.

Indonesia menyampaikan dukungan terhadap keketuaan Tiongkok di APEC 2026 serta keberhasilan penyelenggaraan KTT APEC di Shenzhen pada akhir tahun ini.

Sugiono mengatakan kemitraan kedua negara yang semakin matang juga akan dilanjutkan melalui pertemuan kedua Dialog Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Indonesia-Tiongkok.

Pertemuan tersebut akan dipimpin Sugiono dan Wang Yi bersama menteri pertahanan kedua negara.

Sugiono menutup pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Wang Yi serta delegasi Indonesia dan Tiongkok atas penyelenggaraan Dialog Strategis Komprehensif pertama.

Ia mengatakan Indonesia menantikan kesempatan untuk kembali memimpin Dialog Strategis Komprehensif berikutnya bersama Wang Yi di Tiongkok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya