Ditangkap KPK, Dua Wakil Rektor Unsoed Sosok Dosen Teladan

Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT).

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 21 Agustus 2026, 11:08 WIB
Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap KPK. (Foto: Kolase dari laman Unsoed).

Liputan6.com, Jakarta - Dua Wakil Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Keduanya yakni Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo.

Berdasarkan laman Unsoed, Prof Kuat Puji Prayitno, merupakan lulusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (S1 dan S3) serta Universitas Indonesia (S2).

Kuat juga pernah meraih penghargaan sebagai Dosen Teladan Tingkat Universitas dan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun.

Sementara itu, Prof Norman Arie Prayogo, memiliki latar belakang akademik di bidang perairan, biologi, dan bioteknologi.

Prof Norman menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Jenderal Soedirman, kemudian melanjutkan S2 Biologi di universitas yang sama.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Gadjah Mada pada bidang Bioteknologi.

Prof Norman tercatat memiliki sejumlah prestasi akademik. Ia pernah menerima Beasiswa Habibie Center pada 2008–2011 dan Beasiswa DIKTI Sandwich pada 2010. Norman juga meraih predikat cum laude saat menyelesaikan S2 di Unsoed pada 2008 dan S3 di UGM pada 2012.

Pada 2018, ia mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Universitas Jenderal Soedirman.

Dalam kiprahnya di Unsoed, sejumlah capaian yang dikaitkan dengan kepemimpinannya antara lain pertumbuhan jumlah program studi dari sekitar 84 menjadi 105 prodi, serta peningkatan akreditasi institusi menjadi Unggul.

Ia juga mendorong penguatan riset di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang mendukung isu kedaulatan pangan nasional.

Pada masa jabatannya, Unsoed beberapa kali menambah guru besar baru di berbagai bidang, yang disebut sebagai upaya memperkuat peran akademik universitas dalam pembangunan nasional dan meningkatkan reputasi keilmuan Unsoed.

Ia mendorong program internasionalisasi, termasuk akreditasi prodi oleh lembaga internasional (seperti ASIIN/FIBAA) dan perluasan kerja sama luar negeri, untuk mengangkat daya saing lulusan dan reputasi Unsoed di level global.

Sita Uang Ratusan Juta

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya juga mengamankan uang tunai ratusan juta dalam OTT yang dilakukan di Purwokerto pada Kamis (20/8/2026) itu.

"Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," kata Budi.

Budi mengatakan, OTT tersebut bermula dari penyelidikan tertutup. Dalam operasi, penyidik mengamankan 14 orang, terdiri atas 12 orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta.

"Dalam peristiwa ini, tim mengamankan empat belas orang, yakni dua belas orang di wilayah Purwokerto dan dua orang di Jakarta, pada Kamis (20/8)," jelas Budi.

Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK Merah Putih Jakarta. Sementara itu, 12 orang lainnya diperiksa di Polres Banyumas.

"Selanjutnya tujuh orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk permintaan keterangan lebih lanjut," ungkap Budi.

Dengan demikian, hingga saat ini sebanyak sembilan orang tengah menjalani pemeriksaan di Jakarta.

KPK menyayangkan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurut Budi, institusi pendidikan seharusnya tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk nilai dan karakter.

"Dugaan korupsi terjadi saat proses awal, proses penerimaan. Artinya, transaksional sudah terjadi saat mahasiswa baru membuka gerbang masuk kampus. Gerbang yang semestinya menjadi gapura cita-cita dan masa depan bangsa," tutur Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya