Liputan6.com, Jakarta - HM Revenue and Customs (HMRC), lembaga pemerintah Britania Raya yang bertanggung jawab atas pengumpulan pajak, pengaturan sejumlah tunjangan dan pengaturan kepabeanan telah mengirimkan lebih dari 81.000 surat peringatan kepada pemegang kripto dalam setahun terakhir. Surat peringatan itu menyatakan mereka mungkin memiliki kewajiban membayar pajak atas keuntungan modal atau capital gain tax.
Mengutip BBC, Kamis (20/8/2026), sebuah permintaan informasi publik atau Freedom of Information/FOI) yang dilihat BBC menunjukkan jumlah surat yang dikirim oleh otoritas pajak itu telah naik hampir tiga kali lipat sejak 2024.
Advertisement
Investor dapat menghadapi denda dan tuntutan hukum jika mereka tidak melaporkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan kripto, termasuk saat mereka menukarkan satu jenis kripto dengan jenis lainnya.
Wewenang baru yang akan diberikan kepada HMRC tahun depan akan mempermudah upaya menargetkan investor kripto yang kaya; seorang analis bahkan menyebut penyelidikan nantinya akan menjadi sangat mudah, ibarat "menembak ikan di dalam tong".
"Ada anggapan di kalangan otoritas pajak bahwa investasi mata uang kripto sarat dengan praktik penghindaran pajak," tutur Mitra di UHY Hacker Young, Neela Chauhan.
"Banyak pedagang kripto yang berusia muda, belum banyak berurusan dengan HMRC sebelumnya, dan sering kali beranggapan bahwa HMRC memiliki keterbatasan dalam memantau aktivitas mereka," ia menambahkan.
Pada tahun anggaran 2025-2026, HMRC mengirimkan 81.172 surat peringatan, surel, dan pesan teks kepada investor kripto yang diduga kurang membayar pajak.
Sebagai perbandingan, jumlah tersebut hanya mencapai 27.714 pada tahun anggaran 2023-24. Juru bicara HMRC mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu masyarakat membayar jumlah pajak yang tepat, dan sebagian besar memang melakukannya.
"Kami secara rutin mengirimkan surat untuk mengedukasi, mengingatkan, atau mendorong nasabah agar meninjau kembali urusan perpajakan mereka, termasuk nasabah yang menggunakan aset kripto."
Investor Didesak Bayar Pajak
Nilai mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum telah turun dalam setahun terakhir, tetapi HMRC menduga masih terdapat keuntungan modal (capital gains) dalam jumlah besar yang belum dibayarkan akibat kenaikan nilai mata uang kripto antara Desember 2022 dan Oktober 2025.
Selama periode tersebut, harga Bitcoin melonjak dari sekitar 14.000 poundsterling menjadi 90.000 poundsterling.
Para akuntan mendesak investor untuk memeriksa apakah mereka memiliki kewajiban pajak yang belum dibayar, mengingat adanya wewenang baru yang akan mempermudah HMRC dalam menargetkan individu.
Wewenang Baru
Mulai Maret 2027, platform mata uang kripto yang berlokasi di puluhan negara di luar Inggris akan diwajibkan untuk membagikan informasi mengenai nasabah mereka kepada otoritas pajak.
Saat aturan tersebut diumumkan tahun lalu, HMRC menyatakan wewenang baru ini akan memaksa para pelaku investasi kripto (crypto bros) untuk membayar pajak secara adil.
Otoritas pajak memperkirakan perubahan ini akan membantu mengumpulkan dana hingga 315 juta poundsterling atau Rp 7,63 triliun (asumsi kurs poundsterling terhadap rupiah di kisaran 24.220) pada April 2030. Jumlah yang setara dengan biaya untuk membiayai lebih dari 10.000 perawat yang baru lulus kualifikasi selama satu tahun.
"Begitu HMRC memiliki data ini, penyelidikan pajak terhadap investor mata uang kripto akan menjadi sangat mudah dilakukan," ujar Chauhan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.