Awalnya Tak Disadari, Pemuda di Sinjai Diduga Jatuh dari Kapal

Sebelum kejadian, Akmal sempat memilah ikan hasil tangkapan untuk dijual.

oleh FauzanDiterbitkan 20 Agustus 2026, 06:04 WIB
Seorang pemuda bernama Akmal (21) dilaporkan hilang usai diduga jatuh dari kapal jolloro saat perjalanan pulang di perairan Sinjai, Sulawesi Selatan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pemuda bernama Akmal (21) dilaporkan hilang usai diduga jatuh dari kapal jolloro saat perjalanan pulang di perairan Sinjai, Sulawesi Selatan. Keberadaan Akmal baru diketahui setelah kapal sandar di Pelabuhan Larea-Rea.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, Akmal bersama rekan-rekannya dalam perjalanan dari Perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea menggunakan kapal jolloro.

Sebelum kejadian, Akmal sempat memilah ikan hasil tangkapan untuk dijual. Setelah itu, ia berjalan ke bagian belakang kapal untuk mencuci tangan dan masih sempat terlihat oleh rekannya.

Namun, setelah itu Akmal tidak lagi terlihat. Tidak ada yang menyadari bahwa korban diduga jatuh ke laut selama perjalanan.

Setibanya kapal di Pelabuhan Larea-Rea, rekan-rekan Akmal baru menyadari bahwa ia tidak ada. Mereka saat itu hendak meminta bantuan Akmal untuk mengangkat ikan hasil tangkapan ke darat.

Rekan-rekannya kemudian mencari Akmal di sekitar pelabuhan, tetapi tidak ditemukan. Nelayan dan masyarakat setempat juga sempat melakukan pencarian awal, namun belum membuahkan hasil.

Tim SAR Dikerahkan

Basarnas Makassar mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Bone untuk membantu pencarian (Istimewa)

Basarnas Makassar kemudian mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Bone untuk membantu pencarian. Hingga Rabu (19/8/2026), operasi SAR memasuki hari kedua.

Tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sekitar Perairan Pasi Mabborong. Pencarian juga dilakukan sepanjang jalur menuju Pelabuhan Larea-Rea.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar M Arif Anwar mengatakan tim telah mengerahkan personel beserta sarana pendukung untuk pencarian di perairan.

"Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran di Perairan Pasi Mabborong," kata Arif.

Dia mengatakan seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran di lokasi yang diperkirakan menjadi tempat korban jatuh.

"Sekarang sudah pencarian hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan terus berupaya secara optimal menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban," ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Sinjai, serta masyarakat setempat. Tim juga didukung kendaraan evakuasi dan peralatan pendukung pencarian di perairan. Arif berharap upaya pencarian segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan.

"Kami berharap sinergi yang baik ini bisa segera membuahkan hasil dan korban dapat cepat ditemukan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya