Liputan6.com, Doha - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar membantah keras tuduhan Iran bahwa negaranya menahan tiga pilot militer yang pesawatnya jatuh pada hari-hari awal perang. Qatar menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar, keliru, dan tidak masuk akal.
Dalam konferensi pers pada Selasa (18/8/2026), Majed al-Ansari kembali menegaskan bahwa Qatar telah menyerahkan jenazah seorang pilot Iran lainnya kepada delegasi Iran setelah ditemukan pada April lalu.
Advertisement
Pernyataan itu disampaikan setelah para pejabat Iran secara terbuka mengeklaim bahwa ketiga pilot tersebut ditangkap dalam keadaan hidup dan kemudian ditahan secara diam-diam. Iran mendesak Qatar segera membebaskan mereka.
Dalam surat kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Jenderal Iran Mohammad Bagherzadeh mengatakan tiga pilot, yakni Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian, selamat setelah pesawat tempur mereka jatuh pada Maret dan kemudian ditangkap hidup-hidup. Hal itu dilaporkan kantor berita Iran, Fars.
Bagherzadeh mengatakan ketiga pilot tersebut telah ditahan selama enam bulan tanpa dapat berkomunikasi dengan pihak luar. Ia juga menyerukan intervensi kemanusiaan internasional.
Dalam konferensi pers mingguan, al-Ansari mengatakan pesawat-pesawat tersebut menjadi sasaran karena melanggar kedaulatan Qatar dan wilayah Kota Doha, dan ditangani sesuai dengan hukum.
Dia mengaku terkejut dengan tuduhan yang disampaikan Teheran. Menurut al-Ansari, Doha sebelumnya telah mengundang Iran mengirim tim teknis untuk meninjau proses pencarian, tetapi tidak mendapat tanggapan.
Dia juga menyebut permintaan Iran agar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilibatkan dalam kasus tersebut sebagai manuver media.
Al-Ansari menegaskan Qatar tidak akan ragu membela rakyat, wilayah, dan kedaulatannya jika diserang. Namun, ia menekankan bahwa diplomasi dan dialog tetap menjadi prioritas.
Insiden militer itu terjadi saat Iran melancarkan serangan terhadap Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang menjadi lokasi penempatan personel Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Pada awal Maret, Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan telah menembak jatuh dua pesawat pengebom Sukhoi Su-24. Peristiwa tersebut menjadi pertama kalinya sebuah negara Teluk menembak jatuh pesawat Iran selama perang AS-Israel melawan Iran.
Pencegatan terjadi di tengah gelombang serangan balasan Iran di kawasan Teluk setelah pertempuran pecah pada 28 Februari.
Gencatan senjata pada April untuk sementara menghentikan pertempuran besar. Pada Juni, sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan lebih lanjut untuk mengakhiri perang melalui penyelesaian yang dinegosiasikan.
Namun, MoU tersebut kemudian gagal setelah Iran menyerang kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kedua pihak saling menuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan.